alexametrics

Tekan Angka Penularan Covid-19, Kabupaten Kukar Terima Bantuan Vaksinasi Gotong Royong

Vania Rossa
Tekan Angka Penularan Covid-19, Kabupaten Kukar Terima Bantuan Vaksinasi Gotong Royong
Vaksinasi Gotong Royong untuk Warga Kukar. (Dok. Yayasan Life After Mine)

Program Vaksin Gotong Royong menggunakan vaksin jenis Sinopharm dan diinisiasi oleh Yayasan Life After Mine (YLAM).

Suara.com - Vaksinasi diyakini menjadi salah satu cara efektif untuk menekan risiko penyebaran kasus baru Covid-19. Dengan menurunnya kasus penularan, diharapkan yang nantinya dapat mendukung kemajuan ekonomi dan pembangunan di setiap daerah.

Berbekal keyakinan tersebut, Yayasan Life After Mine (YLAM) melanjutkan rangkaian inisiatif untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar lahan paska tambang. Kali ini, YLAM memfasilitasi bantuan berupa program Vaksin Gotong Royong bagi 1.000 warga beserta pembagian sembako di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Inisiatif tersebut dilakukan oleh YLAM bersama salah satu mitranya PT Multi Harapan Utama (MHU).

Program Vaksin Gotong Royong kali ini menggunakan vaksin jenis Sinopharm yang dilaksanakan di Gedung Beladiri Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kukar pada tanggal 22-24 November 2021 lalu. Program ini didukung oleh Dinas Kesehatan Kukar beserta instansi lainnya yang turut mendukung berlangsungnya acara.

Kabupaten Kukar memiliki populasi penduduk terpadat kedua di provinsi Kaltim, namun tingkat vaksinasi dosis 1 (57%) dan dosis 2 (41%) masih lebih rendah di bawah rata-rata dosis 1 (67%) dan dosis 2 (46%) di Propinsi Kaltim dan Nasional.

Andrew Hidayat, selaku Pembina Yayasan Life After Mine menyampaikan “Hasil analisis tim kami menunjukan tingkat vaksinasi masyarakat di area kerja MHU masih dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, kami merasa perlu adanya inisiatif kerjasama yang melibatkan MHU dan pemerintah daerah dalam mendorong penetrasi vaksinasi untuk menekan angka penularan Covid-19.”

Terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Kukar yang merupakan area kerja MHU dengan jumlah penduduk terpadat, yaitu Tenggarong, Loa Janan, dan Loa Kulu yang mencatatkan tingkat vaksinasi yang cukup tinggi namun masih dapat terus dioptimalkan untuk mencapai herd immunity.

“Hari ini, kami memulai dengan 1,000 dosis vaksin untuk warga Kukar. Melihat antusiasme yang ditunjukkan masyarakat atas program, kita mungkin akan melakukan program lanjutan. Kami menyadari untuk meningkatkan capaian tingkat vaksin dari 57 persen ke 70 persen memerlukan pendekatan yang khusus kepada masyarakat,” ungkap Adri Martowardojo, Pengurus Yayasan Life After Mine.

Sedangkan COO MHU, Faiz Firdaus menyampaikan, “Saya merasa program vaksin kali ini berhasil menjangkau masyarakat yang lebih luas walaupun tingkat vaksinasi Kukar saat ini sudah mempunyai capaian yang baik. Pembagian sembako yang kita adakan bersamaan dengan vaksin dilakukan untuk dapat memastikan kecukupan gizi masyarakat terutama pada periode paska vaksin.”