alexametrics

Platform Karya Anak Bangsa, Litedex Protocol Makin Diminati Investor Global

Fabiola Febrinastri
Platform Karya Anak Bangsa, Litedex Protocol Makin Diminati Investor Global
Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga dan Chief Strategy Officer Litedex Protocol, Harris Sutresna. (Dok: Litedex)

Litedex mendesain 4 skema Deep Liquidity Pool.

Suara.com - Investasi aset kripto kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Banyak investor mulai dari yang ritel hingga yang 'whale' mulai beralih ke aset kripto.

Melihat potensi besar ini, sekelompok anak negeri muncul dengan mengusung konsep berbeda dalam hiruk pikuk perkembangan aset digital dalam negeri. Mulai dikembangkan sejak 2020, Litedex Protocol kini sudah mulai diperhitungkan, tidak hanya di level domestik, tapi juga global.

Dengan mengusung paltform Decentralized Exchange, Litedex merupakan platform murni karya anak bangsa, namun memiliki orientasi yang luas di level global. Hal ini dibuktikan dengan proyek-proyeknya yang mengadopsi multi blockchain seperti, Binance Smart Chain, Solana, Ethereum dan lain-lain.

Dengan masuk ke dalam ekosistem tersebut, maka litedex diyakini mampu bersaing dengan platform decentralized global lainnya. Meski begitu, Litedex tentu tak akan melepas pasar domestik, yang memiliki potensi sangat besar.

"Litedex Protocol hadir tidak hanya memberikan sesuatu yang baru bagi investor indonesia, tapi juga produk-produk yang berkualitas yang memiliki daya saing global. Contohnya seperti LDX Token, yang sudah melalui tahapan audit Certik. Dengan score yang memuaskan, ini membuktikan keseriusan dari kami, untuk memberikan produk berkualitas ke pasar kripto," kata Chief Strategy Officer Litedex Protocol, Harris Sutresna.

Harris menambahkan, "Litedex Protocol berkolaborasi dengan Strategic Partnership seperti Payment Infrastucture Aset Digital asal Singapura, yakni StraitsX dan perusahaan Investasi Stellar Capital. Selain itu, Litedex juga telah mempersiapkan Bussines Continuity Plan."

Dengan mengadopsi skema platform global dalam menjaga stabilitas liquidity, Litedex mendesain 4 skema Deep Liquidity Pool, diantaranya Internal Liquidity, Market Making, External Liquidity dan Bridge to other Exchange.

"Kita harus membuat ekosistem yang berkelanjutan, sehingga stabilitas liquidity kita terjaga, dan value dari token kita tidak mudah jatuh. Ini tentunya untuk menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang" tutup Harris.

Kemunculan aset-aset kripto dalam negeri direspons positif oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.

"Munculnya berbagai platform kripto baru yang berkualitas buatan anak negeri, tentunya akan menambah peluang kita untuk bisa mengekspor produk-produk aset digital. Melihat projek-projek dan komitmen dari pengembangnya, saya yakin dengan mengikuti regulasi yang ada, Litedex Protocol akan mampu menggarap pasar domestik dan bersaing dengan platform Dex yang sudah ada di level global," katanya.