facebook

Pemerintah dan Start-Up Dukung UMKM Jawa Tengah Siap Go Digital

Fabiola Febrinastri
Pemerintah dan Start-Up Dukung UMKM Jawa Tengah Siap Go Digital
Pemerintah dan start-up mendukung UMKM Jawa Tengah siap go digital. (Dok: Warung Buku)

Berdiri pada 2019, BukuWarung menghadirkan pencatatan keuangan digital yang mudah diakses.

Suara.com - Pemanfaatan teknologi oleh pelaku UMKM Indonesia masih sangat rendah. Padahal teknologi dan digitalisasi menjadi kunci bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan mengembangkan usaha.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan persaingan bisnis yang semakin kompetitif. UMKM harus go digital.

Dalam rangka memperkuat posisi sebagai start-up teknologi yang berkontribusi memajukan ekonomi digital Indonesia dengan memberdayakan UMKM, BukuWarung ambil bagian dalam penyelenggaraan Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Akses Pembiayaan melalui Literasi Keuangan dan Studi Kelayakan Usaha bagi UMKM.

Kedua kegiatan ini diisi dengan serangkaian pelatihan tatap muka yang terdiri atas pengenalan dan peningkatan literasi keuangan, serta kegiatan fasilitasi studi kelayakan usaha guna membantu lebih dari 1000 UMKM di Jawa Tengah untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan mengenai pengelolaan keuangan usaha dan program pembiayaan baik dari perbankan maupun non-bank.

Kolaborasi ini menandakan keseriusan pemerintah Jateng dengan start-up teknologi untuk mengembangkan ekosistem keuangan digital di daerah demi membantu UMKM mengembangkan dan meningkatkan daya saing bisnis.

UMKM adalah kelompok kunci yang akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2019 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan baru sebesar 38,3% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%.

Jateng sendiri, meski memiliki indeks literasi keuangan di atas indeks literasi nasional, yaitu sebesar 47,38%, masih perlu peningkatan utamanya di kalangan pelaku usaha UMKM.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga mencatat sebanyak 94% UMKM tidak menggunakan komputer dan 90% UMKM tidak menggunakan internet dalam menjalankan usahanya. Di Jateng, dari 4,1 juta UMKM, baru 1,6 juta diantaranya yang memanfaatkan pasar digital.

Untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan serangkaian kegiatan pemberdayaan UMKM yang dibuka di Sukoharjo, Senin (24/1/2022), sebelum dilanjutkan ke berbagai kota lainnya yaitu Semarang, Banjarnegara, Cilacap, Kebumen, Wonosobo, Tegal, Pekalongan, Banyumas, Boyolali, Karanganyar, Jepara, Pati, dan Salatiga sepanjang Februari dan Maret.

Rangkaian kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Ema Rachmawati dan jajarannya, serta puluhan pelaku UMKM di Sukoharjo dan daerah sekitarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS