Pada 2024, Pemerintah dan Stakeholder harus Capai Target Penurunan Stunting hingga 14%

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 28 Januari 2022 | 08:20 WIB
Pada 2024, Pemerintah dan Stakeholder harus Capai Target Penurunan Stunting hingga 14%
“Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan” secara daring, Rabu (26/1/2022). (Dok: Istimewa)

Suara.com - Kasus stunting menjadi salah satu program prioritas penanganan yang difokuskan pemerintah. Data 2019 menunjukkan, jumlah kasus stunting di Indonesia mencapai 27,67 persen dan ditargetkan turun 14 persen pada 2024. 

Untuk memperingati Hari Gizi Nasional 2022, Danone Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi dalam webinar yang berjudul “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat di Masa Depan” secara daring, Rabu (26/1/2022).

Topik ini diangkat untuk berdiskusi mengenai bagaimana pemerintah, masyarakat dan termasuk perusahaan swasta untuk dapat mencapai target penurunan stunting di Indonesia.

Dalam pembahasan webinar ini, beberapa nara sumber terkait turut hadir, seperti Dr. Dhian P. Dipo, MA Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, dr H. Hasto Wardoyo Kepala BKKBN RI, Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI dan Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia.

Stunting adalah kekurangan gizi pada anak di seribu hari pertama kehidupan, yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Indonesia menargetkan dapat menurunkan jumlah kasus stunting sebesar 14% pada tahun 2024 dan

Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar yang lebih jauhnya dapat menghambat pembangunan bangsa dan mengakibatkan jutaan orang di bawah kemiskinan yang seharusnya bisa dihindari.

MA Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Dr Dhian P Dipo menyampaikan,  target penurunan stunting ini harus ditangani dengan kerja sama, kerja keras dan kerja nyata agar tercapai.

“Ada 2 hal intervensi dalam penurunan angka stunting, yaitu intervensi spesifik dan sensitif, dan kementerian kesehatan memiliki tanggung jawab di intervensi spesifik, yaitu dengan penguatan kapasitas SDM, mulai dari tenaga kesehatan, guru hingga perangkat desa agar bisa melakukan tindak lanjut dengan tepat saat menemui kasus di lapangan," ujar Dhian Dipo.

Dalam pemaparannya Kepala BKKBN RI, dr H. Hasto Wardoyo menyampaikan, penurunan angka stunting dapat tangani dengan tepat dimulai dari data, yang kemudian diolah atau dituangkan dalam penyusunan strategi.

baca juga

“Salah satu langkah dini yang bisa diambil adalah bekerjasama dengan kementerian agama dan jajarannya, untuk harus mengidentifikasi calon pasangan yang menikah dan mengadakan pemeriksaan 3 bulan sebelum pernikahan untuk pengecekan lingkar lengan atas, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh dan HB, mulai dari 4 pemeriksaan tersebut yang akan menjadi program wajib," kata Hasto Wardoyo.

Orangtua berperan penting dalam intervensi akan pencegahan stunting, dengan memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, memberikan ASI eksklusif, terus memantau tumbuh kembang anak dan selalu jaga kebersihan lingkungan.

Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Dokter Spesialis Anak dan Guru Besar FKUI menjelaskan, stunting dapat ditangani selama 2 tahun pertama kehidupan anak.

“Ada 2 penyebab stunting, yaitu malnutrisi atau asupan gizi yang kurang dan kebutuhan gizi anak yang meningkat. Kebutuhan gizi anak yang meningkat bisa disebabkan oleh sakit, infeksi, prematuritas, alergi makanan dan kelainan metabolisme, sehingga faktor pencegahan stunting menjadi hal yang utama," papar Damayanti Rusli Sjarif.

Sementara itu, Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin menyampaikan, pihaknya turut serta mendukung Gerakan pemerintah baik untuk mencegah dan mengatasi stunting. Berbagai langkah upaya dilakukan dengan berkolaborasi dengan para stakeholder untuk menjawab tantangan ini.

“Sejalan dengan misi kami, yaitu membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, kami berkomitmen penuh untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia demi terciptanya generasi emas Indonesia 2045. Selaku sektor swasta, kami berperan dalam berkontribusi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang isu kesehatan dan nutrisi, membangun kesadaran publik akan pentingnya gizi seimbang, serta mendorong kreativitas dalam menjalankan pola hidup sehat maupun inovasi dalam hal kesehatan, terutama di masa pandemi ini,” kata Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisakah Indonesia Nol Kasus Stunting? Menko PMK Muhadjir Effendy: Stunting Ini Ruwet!

Bisakah Indonesia Nol Kasus Stunting? Menko PMK Muhadjir Effendy: Stunting Ini Ruwet!

Health | Kamis, 27 Januari 2022 | 06:50 WIB

Berhasil Turunkan Kasus Stunting, Ini Strategi Jitu Kabupaten Madiun

Berhasil Turunkan Kasus Stunting, Ini Strategi Jitu Kabupaten Madiun

Health | Kamis, 27 Januari 2022 | 05:05 WIB

Target Turunkan Stunting Hingga 14 Persen di Tahun 2024, Apakah Bisa Dicapai? Ini Kata Kemenko PMK

Target Turunkan Stunting Hingga 14 Persen di Tahun 2024, Apakah Bisa Dicapai? Ini Kata Kemenko PMK

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 23:30 WIB

Atasi Persoalan Stunting, Hendi Minta Dukungan Tim Penggerak PKK Kota Semarang

Atasi Persoalan Stunting, Hendi Minta Dukungan Tim Penggerak PKK Kota Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 26 Januari 2022 | 18:05 WIB

Susu Sapi Bisa Mencegah Stunting pada Anak, Ini Penjelasan dari Ahli Gizi

Susu Sapi Bisa Mencegah Stunting pada Anak, Ini Penjelasan dari Ahli Gizi

Jawa Tengah | Rabu, 26 Januari 2022 | 08:00 WIB

Pemerintah Targetkan Penurunan Angka Stunting Tahun 2022 Hingga 3 Persen

Pemerintah Targetkan Penurunan Angka Stunting Tahun 2022 Hingga 3 Persen

Jawa Tengah | Rabu, 26 Januari 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:55 WIB

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah

Banten | Rabu, 02 September 2026 | 23:50 WIB

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi

Bogor | Rabu, 02 September 2026 | 23:42 WIB

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 23:36 WIB

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 23:13 WIB

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel

News | Rabu, 02 September 2026 | 22:05 WIB

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo

Video | Rabu, 02 September 2026 | 21:50 WIB

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo

Jawa Tengah | Rabu, 02 September 2026 | 21:29 WIB

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia

News | Rabu, 02 September 2026 | 21:20 WIB

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Nasib Apes Emil Audero Usai Gabung Rayo Vallecano Terusir dari Stadion Sendiri, Kok Bisa?

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 21:17 WIB

×