facebook

Kimia Farma Diagnostika Raih Dua Rekor Muri Terkait Edukasi dan Screening Hepatitis

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Kimia Farma Diagnostika Raih Dua Rekor Muri Terkait Edukasi dan Screening Hepatitis
Kimia Farma Diagnostika Raih Dua Rekor Muri (Suara.com/ Aflaha Rizal)

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) baru saja meraih dua rekor Muri pada Senin (23/5/2022).

Suara.com - Anak Usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yaitu PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) baru saja meraih dua rekor Muri pada Senin (23/5/2022) terkait edukasi dan kedua amenganai screening hepatitis.

Menurut Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika - Ardhy Nugrahanto Wokas, rekor tersebut merupakan bentuk apresiasi dalam memberikan pelayanan untuk vaksinasi Covid-19 yang telah memecahkan rekor 350 ribu, serta edukasi kepada siswa SMP dan SMA terkait hepatitis.

"Ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai BUMN untuk terus melayani dan menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi seluruh Indonesia," ungkap Ardhy Nugrahanto Wokas, di Area Parkir Hotel All Season.

Untuk rekor Muri pertama terkait edukasi, Ardhy mengatakan pihaknya ingin memberikan edukasi kepada siswa SMP dan SMA dan berharap hal tersebut dapat membuat siswa untuk menjaga diri dari penyakit menular seksual.

"Harapannya mereka sudah disiapkan sedini mungkin untuk menghindari hepatitis, khususnya yang berhubungan dengan penyakit menular seksual. Selain itu, kita berikan pemahaman dan screening untuk mendeteksi dini," terang Ardhy kemudian.

Untuk screening hepatitis, Ardhy mengatakan tidak hanya screening, melainkan juga pentingnya edukasi kepada setiap anak muda yang masih duduk di bangku sekolah.

"Hepatitis ada karena kebersihan dan hubungan yang tidak baik atau tidak sehat. Harapannya dengan memberikan edukasi, orang-orang bisa lebih paham dan menjaga diri melakukan screening sebagai preventif," ungkapnya.

"Jika memang sudah kena hepatitis, banyak sekali yang bisa disembuhkan. Kita harus lakukan deteksi sedini mungkin, jangan sampai situasi semakin buruk, dan dapat memberikan data yang kurang baik untuk kesehatan," pungkasnya.