facebook

Desa Diterangi Listrik, Para Santri Gembira Bisa Belajar Leluasa di Malam Hari

Ferry Noviandi
Desa Diterangi Listrik, Para Santri Gembira Bisa Belajar Leluasa di Malam Hari
Warga Desa Sido Rahayu di Sumatera Selatan menggelar syukuran karena listrik kini sudah masuk wilayahnya. [BWA]

Wakaf Sarana Penerangan/Listrik merupakan program dari Badan Wakaf Alquran (BWA).

Suara.com - Selain menyebarkan Alquran ke berbagai pelosok, Badan Wakaf Alquran (BWA) juga memiliki beberapa program yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah Wakaf Sarana Penerangan/Listrik dengan nama TCIT (Tebar Cahaya Indonesia Terang) BWA.

Salah satu desa yang mendapat prorgam Wakaf Sarana Penerangan/Listrik adalah Desa Sido Rahayu, Dusun Talang Pondok, Kecamatan Buay Pemaca, Provinsi Sumatera Selatan. Saking bahagianya dengan kehadiran listrik di desa mereka, warga pun menggelar tasyakuran atau syukuran.

Tasyakuran digelar di Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin pada 29 Juni 2022. Tasyakuran ini untuk mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan yaitu berupa berjalannya wakaf sarana penerangan dan listrik.

"Terima kasih kepada para wakif dan BWA yang telah membantu kami di sini, sehingga kami tidak lagi kesulitan dalam kebutuhan penerangan dan juga listrik," kata Kepada Desa Sidorahayu, Safarudin, seperti dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Selain masyarakat, para santri pun merasakan dampak luar biasa dari wakaf listrik ini. Khususnya pada malam hari, para santri tak lagi harus membeli minyak dan menyalakan api saat belajar malam.

"Awal saya ke sini pada tahun 1982, kondisi sangat gelap setiap malamnya, berpuluh tahun kondisi di dusun dan pondok ini gelap. Namun sekarang Alhamdulillah para santri dan warga bisa menikmati wakaf dari para donatur," tutur Kyai Suwarno Abdillah selaku pimpinan Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin.

Sementara Hermawan selaku CEO BWA berharap program ini bisa membantu dan mempermudah masyarakat serta para santri dalam menjalani pendidikan.

"Alhamdulillah wakaf penerangan dan listrik ini berguna untuk belajar dan membaca Alquran di malam hari. Harapannya ada tahfidz Quran dan ustaz-ustaz hebat yang dihasilkan dari Pondok Pesantren Roudhotut Tholibin ini," tutur Hermawan.