Jangan Asal Pakai Diffuser, Waspadai Bahayanya untuk Kesehatan

Rima Sekarani Imamun Nissa
Jangan Asal Pakai Diffuser, Waspadai Bahayanya untuk Kesehatan
Ilustrasi diffuser dan lilin aromaterapi. (Shutterstock)

Penggunaan diffuser yang tidak tepat bisa berbahaya untuk kesehatan. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan?

Suara.com - Sejak pandemi covid-19, penggunaan diffuser menjadi tren tersendiri karena dipercaya bermanfaat bagi kesehatan. Banyak orang percaya uap yang dihasilkan diffuser dapat membantu mensterilkan udara luas, menciptakan suasana tenang, dan bisa menenangkan pikiran serta mengurangi stres.

Beberapa waktu lalu, unggahan seorang selebgram yang membuat campuran diffuser dengan cairan antiseptik dan diklaimnya bisa menjadi pencegah virus covid-19 sempat viral di media sosial TikTok. Namun, Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan, hingga kini belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa diffuser bisa menjadi tata laksana pencegahan covid-19.

Penggunaan diffuser juga belum terbukti aman sebagai metode penguapan cairan antiseptik guna mensterilisasi udara. Ini justru penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Risiko kesehatan yang ditimbulkan dari penggunaan antiseptik pada diffuser juga tidak main-main, mulai dari iritasi pada mata hingga potensi kerusakan pada organ pernapasan.

Ilustrasi Air Diffuser. (Elements Envanto)
Ilustrasi Air Diffuser. (Elements Envanto)

"Mencampur cairan yang mengandung antiseptik melalui diffuser tidak disarankan. Cairan antiseptik memiliki sejumlah kandungan yang membahayakan. Apabila terkena kulit manusia bisa menyebabkan hipersensitif karena cairan mengandung chloroxylenol. Hipersensitif dapat menyebabkan perubahan warna kulit, ruam, iritasi, dan kulit terbakar. Apalagi, jika sampai tertelan, dapat menyebabkan erosi faring (penipisan atau pengikisan jaringan tenggorokan), edema laring (penyempitan saluran pernapasan), gangguan pernapasan akut hingga dapat terjadi henti jantung," sebut dr. Debora, dalam siaran pers, Selasa (4/10/2022).

Sedangkan, penggunaan minyak esensial pada diffuser masih relatif aman untuk saluran pernapasan. Walau begitu, dr. Debora mengingatkan bagi penderita gangguan pernafasan, seperti yang memiliki riwayat asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan kronis lainnya. sebaiknya perlu lebih waspada atau menghindari penggunaan diffuser. Pasalnya, uap dari diffuser berpotensi menyebabkan iritasi di saluran pernapasan.

Dr. Debora menganjurkan agar masyarakat jangan latah meniru dan menyebarkan percobaan tren do it yourself diffuser atau konten kesehatan lainnya yang belum tervalidasi kebenarannya. Jika bukan disarankan atau direkomendasikan oleh dokter atau lembaga kesehatan tepercaya, sebaiknya jangan dilakukan dan disebarkan.

"Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetap menaati protokol kesehatan, yakni selalu menggunakan masker dan rajin mencuci tangan, memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga imunitas dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, cukup beristirahat, dan kelola stres dengan baik. Selain itu, ada baiknya kita mempersiapkan diri dari kemungkinan terserang penyakit dengan memiliki asuransi kesehatan agar bisa mendapatkan perawatan medis lebih cepat dan berkualitas. Apalagi, pada masa pandemi covid ini, penularan virus rentan terjadi dan bagi mereka yang memiliki komorbid rentan mengalami long covid," paparnya.

Sayangnya, kurangnya literasi akan manfaat asuransi kesehatan membuat orang menunda memiliki asuransi kesehatan, padahal bisa menjadi persiapan menghadapi risiko kesehatan yang mungkin muncul kapan saja. Salah satunya, membantu menjaga stabilitas keuangan saat harus mengeluarkan uang untuk biaya perawatan medis.

Salah satu alasan menunda asuransi adalah merasa premi asuransi berbiaya tinggi dan khawatir tidak mampu berkomitmen membayar premi asuransi. Menjawab kerisauan ini, Sequis menyediakan sejumlah asuransi kesehatan berbiaya terjangkau melalui kanal asuransi onlinenya, yakni Super You by Sequis Online. Salah satunya adalah Super Easy Health dengan premi mulai dari Rp135 ribu yang memberikan perlindungan menyeluruh untuk perawatan medis, mulai dari rawat jalan sebelum dan sesudah rawat inap serta rawat inap dengan kamar 2 tempat tidur atau Rp750 ribu (mana yang lebih besar).

Produk ini juga telah memiliki berbagai manfaat lainnya, seperti biaya ICU, biaya rawat jalan untuk kemoterapi, radioterapi, fisioterapi, terapi okupasi, hemodialisa, dan biaya rawat jalan darurat (termasuk perawatan gigi) akibat kecelakaan. Sistem klaimnya juga dilengkapi dengan fasilitas cashless sehingga nasabah bisa mendapatkan manfaat rawat inap yang biaya perawatannya akan ditanggung oleh Sequis sesuai tagihan (as charged).