Tak Banyak yang Tahu, Begini 5 Cara Mengatasi Mata Minus dengan Tepat

Arendya Nariswari

Selasa, 10 Januari 2023 | 08:31 WIB
Tak Banyak yang Tahu, Begini 5 Cara Mengatasi Mata Minus dengan Tepat
Tak Banyak yang Tahu, Begini 5 Cara Mengatasi Mata Minus dengan Tepat

Suara.com - Menurut data penelitian yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada Indonesia, Ledakan Miopi (Mata Minus) atau yang dikenal dengan Myopia Booming menyerang negara Asia Timur dan Tenggara termasuk Indonesia dengan lonjakan yang sangat signifikan selama pandemi COVID 19. Kondisi ini membuat anak-anak mengalami kenaikan mata minus progresif dikarenakan oleh meningkatnya intensitas penggunaan gawai.

Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO selalu Dokter Optometri dan Spesialis Terapi Ortho K di VIO Optical Clinic mengemukakan bahwa penggunaan gawai yang tinggi terutama pada anak-anak ketika pandemi berpengaruh buruk pada kesehatan mata anak-anak. Anak-anak tidak beraktivitas lagi di luar rumah dan menatap layar monitor secara terus-menerus membuat mata mereka menjadi mudah lelah. Jangka panjang dari kondisi mata lelah akibat penggunaan gawai secara meningkat bisa berujung pada mata minus (miopi) atau pandangan jauhnya menjadi buram.

Apa itu mata minus?

Mata minus (miopi) adalah gangguan penglihatan yang paling umum terjadi di dunia ini. Kondisi ini membuat Anda menjadi kesulitan untuk melihat objek jarak jauh atau pandangan kita menjadi buram pada jarak tertentu tergantung dari seberapa parahnya mata minus yang dialami. Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke dalam mata tidak jatuh tepat di retina, melainkan di depan retina.

Mata minus bisa tumbuh secara perlahan dan berkembang pesat. Faktor terbesar seseorang mengalami mata minus adalah faktor keturunan. Cara yang terbaik untuk bisa mendiagnosa seseorang mengalami mata minus adalah dengan melakukan pemeriksaan mata yang rutin dan komprehensif serta ditangani oleh Eyecare Professional atau Dokter Mata yang sudah ahli dalam bidangnya.

Tak Banyak yang Tahu, Begini 5 Cara Mengatasi Mata Minus dengan Tepat
Tak Banyak yang Tahu, Begini 5 Cara Mengatasi Mata Minus dengan Tepat

Banyak anak-anak yang menderita mata minus pada usia yang cukup dini sehingga mempengaruhi kualitas hidup dan proses belajar mereka. Mata minus yang ukurannya tinggi bisa berujung pada penyakit mata yang berbahaya seperti lepasnya retina mata (ablasi retina), glaukoma, katarak, degenerasi makula, bahkan jika tidak ditangani dengan cepat dan benar bisa mengakibatkan kebutaan.

Cara mencegah kenaikan mata minus pada anak

1. Pemeriksaan mata rutin

Salah satu cara terbaik untuk mencegah mata minus bahkan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan adalah dengan melakukan pemeriksaan mata rutin. Dengan pemeriksaan mata rutin yang dilakukan secara komprehensif oleh Eyecare Professional atau Dokter Mata bisa membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, seperti mata minus atau kondisi mata lainnya. Pendeteksian dini dari pemeriksaan mata tersebut bisa membantu para ahli kesehatan mata untuk memberikan penanganan lebih awal agar tidak semakin parah dikemudian hari.

baca juga

“Pemeriksaan rutin pada anak wajib dilakukan minimal 6 s/d 12 bulan sekali, terutama anak-anak yang memiliki riwayat mata minus dari orang tuanya dan aktivitasnya sering menggunakan gawai. Dengan begitu, kita bisa mengontrol kondisi kesehatan mata anak agar jika terdeteksi kondisi tertentu bisa ditangani sejak dini.” ujar Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO selaku Dokter Optometri dan spesialis Terapi Ortho K di VIO Optical Clinic

2. Menggunakan alat bantu kacamata

Kacamata adalah alat bantu penglihatan yang baik ketika pasien mengalami gangguan refraktif seperti mata minus, plus, dan silinder. Anak-anak yang bermata minus bisa menggunakan alat bantu ini agar penglihatan mereka yang buram bisa terkoreksi dan pandangan tetap optimal dikala beraktivitas. Penggunaan kacamata membantu agar kondisi mata minus yang dialami anak tidak semakin buruk. Ahli kesehatan mata merekomendasikan agar selalu mengontrol kondisi kesehatan mata anak dan kacamatanya secara berkala.

3. Memperbanyak aktivitas di luar ruangan

Kesehatan mata pada anak bisa semakin memburuk jika terus menatap layar monitor gawai atau smartphone dalam periode waktu yang lama. Dilansir dari National Library of Medicine, aktivitas di luar ruangan terbukti bisa menghambat laju pertumbuhan mata minus yang dialami oleh anak. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk orang tua agar sering mengajaknya beraktivitas di luar rumah seperti bersepeda, berenang, ketika istirahat di sekolah berada di luar kelas, berolahraga, dan lain sebagainya.

4. Mengurangi aktivitas di depan gawai atau smartphone

Kita tidak memungkiri seiring berkembangnya zaman, anak-anak juga membutuhkan gawai atau smartphone untuk bisa membantuk mereka dalam belajar dan beraktivitas. Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO selaku Dokter Optometri di VIO Optical Clinic menyarankan sebisa mungkin monitornya diletakkan jangan terlalu dekat, jika memungkinkan belajarnya menggunakan komputer saja dibandingkan handphone. Serta, mengikuti 20-20-20 rule yang artinya mengistirahatkan mata setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar melihat objek sejauh 20 feet (6 meter) selama 20 detik.

5. Menggunakan Terapi Ortho K (Terapi Mata Minus)

Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO memaparkan bahwa Terapi Ortho K ini sangat direkomendasikan oleh ahli kesehatan mata dunia bagi anak-anak yang mata minusnya naik secara progresif. Karena metode Terapi Ortho K ini berfungsi untuk menghambat laju pertumbuhan mata minus hingga menghilangkan ketergantungan dalam memakai kacamata.

“Metode Terapi Ortho K ini menggunakan lensa kontak RGP (Rigid Gas Permeable) dan sangat simple. Hanya dipakai saat tidur di malam hari dan dilepas keesokan paginya. Anak-anak akan mendapatkan penglihatan yang terang tanpa perlu penggunaan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak untuk bisa beraktivitas dengan baik,” ujar Andri Agus Syah, OD, FPCO, FAAO selaku Dokter Optometri dan Spesialis Terapi Ortho K di VIO Optical Clinic.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Kamil Pamer di Dekat Makam Eril Ditemukan Mata Air, Netizen: Namanya Juga Area Persawahan

Ridwan Kamil Pamer di Dekat Makam Eril Ditemukan Mata Air, Netizen: Namanya Juga Area Persawahan

Selebtek | Senin, 09 Januari 2023 | 15:50 WIB

Masya Allah! Muncul Mata Air di Makam Mendiang Eril, Ridwan Kamil: Semoga Bermanfaat Untuk Masyarakat

Masya Allah! Muncul Mata Air di Makam Mendiang Eril, Ridwan Kamil: Semoga Bermanfaat Untuk Masyarakat

Denpasar | Senin, 09 Januari 2023 | 10:30 WIB

Ditemukan Mata Air di Dekat Makam Eril, Kang Emil: Akan Dibagikan ke Warga

Ditemukan Mata Air di Dekat Makam Eril, Kang Emil: Akan Dibagikan ke Warga

Sumbar | Minggu, 08 Januari 2023 | 17:24 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×