Karawang - Mayor Jenderal TNI (Purn.) Lukas Kustaryo lahir pada 20 Oktober 1920, ia adalah tokoh pejuang yang dicari-cari tentara Belanda pada saat Pembantaian Rawagede.
Pria ini bertubuh kecil, namun kiprahnya sangat merepotkan pemerintahan Belanda di Indonesia. Pria Magetan kelahiran 1920 ini bernama Lukas Kustaryo. Saat zaman pendudukan Jepang.
Lukas masuk dalam pasukan PETA dan ditempatkan di Brigade III/Kian Santang, Purwakarta, yang saat itu dipimpin Letkol Sidik Brotoatmodjo.
Saat menjadi komandan kompi, Lukas memang dikenal sebagai pejuang yang gagah berani dan punya banyak taktik untuk mengalahkan pasukan Belanda.
Lukas suka memakai seragam pasukan Belanda untuk membunuh para tentara Belanda. Selain itu pria tersebut sangat gesit seperti belut saat disergap Belanda.
Saat terjadi kepungan Belanda, Lukas berada di Rawagede. Hanya saja ia berhasil lolos lantaran diselamatkan para pejuang lainnya.
Lolosnya Lukas terang saja membuat pasukan Belanda menjadi kesal, akhirnya mereka membantai warga Rawagede karena dianggap menyembunyikan Lukas.
Saking bencinya terhadap Lukas, pemerintah Belanda sampai-sampai mengabadikannya dalam bentuk patung kemudian bertuliskan Lukas Begundal dari Karawang.
Usai hengkangnya pasukan Belanda dari Indonesia, nama Lukas seolah hilang ditelan Bumi. Ia baru muncul ketika monumen pembantaian Rawagede didirikan. Saat itu, Lukas 3 kali datang ke pemakaman pahlawan Rawagede.(*)
Baca Juga: Gawat Kali! Kasat Narkoba Polres Karawang Ditangkap Gegara Narkoba, 101 Gram Sabu Disita