JAKARTA – Kedekatan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tak terelakan. Persahabatan kedua petinggi Polri ini mencuat di tengah hiruk pikuk kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat.
Saat itu, Irjen Ferdy Sambo terlihat memeluk Irjen Fadil Imrah pasca diumumkan kematian Brigadir Yosua beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Irjen Fadil Imran juga santer dikait dengan ‘kerajaan judi’ atau Konsorsium 303 yang diduga dikendalikan Irjen Ferdy Sambo.
Penasaran dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran? Mari intip harta kekayaan hingga jejak karir perwira tinggi dengan pangkat bintang dua dipundaknya tersebut.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tanggal 24 November 2020, atau sepekan setelah diamanahkan jabatan Kapolda Metro Jaya yaitu pada tanggal 16 November 2020, harga kekayaan Irjen Fadil Imran senilai total Rp 4.250.777.533.
Secara rinci, harga kekayaan Irjen Fadil Imrah berupa tanah seluas 688 meter di Kota Kabupaten Bekasi, tanah 1080 meter di Kota Bandar Lampung.
Lalu, mobil Toyota Innova Venturer tahun 2019 senilai Rp 300 juta dan Kas dan setara kas senilai Rp 1.494.777.533. Sementara untuk laporan harta tahun berikutnya yakni 2021-2022 nihil laporan.
Lalu bagaimana dengan jejak karir Irjen Fadil Imran? Ayah dari dua puteri ini merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Makassar Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968.
Dilansir dari Wikipedia, sepak terjang Fadil Imran tampaknya tak bisa dipandang sebelah mata. Ia tercatat telah menangani dan menyelesaikan beberapa kasus besar.
Baca Juga: Video: Destinasi Wisata Kampung Kahuripan Cirangkong Purwakarta
Berikut beberapa kasus yang pernah ditangai Irjen Fadil Imran:
Tahun 2008, kasus Mutilasi Ryan Jombang
Tahun 2010, Kasus mutilasi Baekuni alias Babe
Tahun 2013, Fadil Imran yang membekuk Hercules dan John Kei
Tahun 2016, Pembajakan Warkop DKI Reborn
Tahun 2016, kasus sindikat Saracen
2018, pengungkapan kasus Muslim Cyber Army.
Sementara itu jenjang karir Irjen Fadil Imran pun diketahui hilir mudik di wilayah Jakarta dan Bareskrim Polri. Karir pejabatnya dimulai 1999 sebagai Kapolsek Metro Cengkareng, kemudian tahun 2002 sebagai Kapolsek Metro Tanah Abang.
Fadil Imran menjabat Kapolsek Metro Tanah Abang selama 6 tahun lamanya lalu karirnya meningkat naik jadi Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya pada tahun 2008.
Sejak itu karirnya terus meningkat hilir mudik di divisi Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Hanya sekali dia pernah bertugas ke luar Jakarta yaitu menjabat Kapolda Jawa Timur, namun itu pun hanya 6 bulan mulai 1 Mei hingga 16 November 2022.
Fadil Imran diamanahkan jabatan Kapolda Metro Jaya pada 16 November 2020 hingga sekarang. (*)