Sejak Era Soekarno hingga Jokowi, Ini Sosok Presiden yang Tidak Pernah Menaikan Harga BBM

Purwasuka

Minggu, 04 September 2022 | 21:19 WIB
Sejak Era Soekarno hingga Jokowi, Ini Sosok Presiden yang Tidak Pernah Menaikan Harga BBM
Para Presiden Indonesia dari masa ke masa.

JAKARTA – Pemerintah baru menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Harga Pertalite yang semula Rp 7.650 mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000 ribu per liter. Kenaikan juga terjadi pada harga Solar subsidi yang semula Rp 5.150 naik menjadi Rp 6.800 per liter. 

BBM bersubsidi sebenarnya sudah ada sejak era Presiden Soekarno. Sejak saat itu harganya selalu berubah mengikuti perkembangan. Sehingga kenaikan harga BBM bersubsidi pun dianggap bukan hal baru.

Data jurnal The Habibie Center menyebutkan, hampir semua presiden melakukan penyesuaian harga BBM. Beberapa di antaranya penyesuaian dengan cara menaikkan harga, tak jarang juga melakukan penyesuai harga dengan cara penurunan harga.

Tak hanya di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejak zaman Presiden Soekarno pun harga BBM subsidi beberapa kali mengalami kenaikan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM dan Pertamina yang dikutip dari The Habibie Center, penyesuaian harga BBM pertamankali dilakukan pada tahun 1965 dan 1966. Tepatnya di era Presiden Soekarno. 

Namun dari beberapa presiden yang pernah menjabat, rupanya terdapat presiden yang tak pernah menaikan harga BBM bersubsidi. Siapakah dia? Inilah jejak kenaikan harga BBM dari masa ke masa yang dilansir dari Detik.com:

1. Era Presiden Soekarno

Saat itu, tepatnya pada tanggal 22 November 1965, harga BBM jenis Premium ditetapkan sebesar Rp 0,30 per liter. Sementara harga Solar ditetapkan sebesar Rp 0,20 per liter. 

Namun pada 3 Januari 1966, terjadi perubahan harga BBM. Saat itu harga Premium mengalami kenaikan menjadi Rp 1/liter. Sementara untuk Solar naik menjadi Rp 0,80 per liter.

baca juga

Namun hanya selang beberapa hari, Presiden Soekarno memutuskan Kembali menurunkan harga BBM. Tepatnya pada 27 Januari 1966. Harga Premium turun menjadi Rp 0,50/liter, dan harga Solar turun menjadi Rp 0,40/liter.

2. Era Presiden Soeharto

Pada masa presiden kedua Republik Indonesia ini, penyesuaian harga BBM tercatat sebanyak 21 kali. Pada awal masa jabatan Presiden Soeharto, tepatnya pada tahun 1967, harga Premium ditetapkan sebesar Rp 4 per liter. Namun di penghujung masa jabatannya, tepatnya pada tahun 1998, harga Premium menjadi Rp 1.000/liter.

Sementara harga Solar di awal masa jabatan Presiden Soeharto, tepatnya pada tahun 1967, ditetapkan sebesar sebesar Rp 3,5 per liter. Hingga di akhir masa jabatannya, pada tahun 1998, harga Solar berubah menjadi Rp 550 per liter.

Pada masa Presiden Soeharto ini, kenaikan harga BBM terjadi dalam kurun waktu yang sangat variative. Terkadang 1 tahun sekali, 3 tahun sekali, bahkan pernah selama 5 tahun di zaman orde baru ini, harga BBM tidak pernah naik.

Tak hanya mengalami kenaikan, harga BBM di era Soeharto ini tercatat pernah mengalami penurunan. Tepatnya pada tahun 1998. Saat itu harga BBM jenis Premium yang melonjak ke level Rp1.200/liter Kembali turun menjadi Rp1.000 per liter.

3. Era Presiden Habibie

Presiden BJ Habibie yang menjabat sejak tahun 1998 menggantikan Presiden Soeharto tercatat tidak pernah menaikan harga BBM. Selama era BJ Habibie, harga Premium sama dengan harga di akhir masa jabatan Presiden Soeharto, yakni sebesar Rp 1.000 per liter. Sementara untuk harga Solar sebesar Rp 550 per liter.

4. Era Presiden Gus Dur

Perubahan harga BBM di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur selama 2 tahun tercatat sebanyak 4 kali. Namun penyesuaian harga BBM di era Gus Dur tak selalu naik, namun ada juga turun.

Kenaikan harga BBM di era Gus Dur terjadi pada Oktober 2000. Saat itu harga Premium naik menjadi Rp 1.150 per liter. Sementara harga Solar Rp 600 per liter. 

Kenaikan harga BBM di era Gus Dur kembali pada tahun 2001. Saat itu harga BBM jenis Premium kembali naik menjadi Rp 1.450 per liter, dan Solar Rp 1.250 per liter.

Pada Juni 2001, Presiden Gus Dur pernah juga melakukan penurunan harga. Harga Solar yang saat itu Rp 1.285 per liter turun menjadi Rp 900 per liter.

Namun harga BBM saat itu bertahan lama. Pada 1 Juli 2001 tepatnya, harga Solar Kembali naik menjadi Rp 1.250 per liter.

5. Era Presiden Megawati

Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden Indonesia ke-5, yang menjabat pada 23 Juli 2021 hingga 20 Oktober 2004, tercatat banyak melakukan penyesuaian harga BBM. 

Meski hanya menjabat 3 tahun, Megawati tercatat melakukan penyesuaian harga BBM sebanyak 18 kali. Artinya, di era Presiden Megawati ini hampir sebulan sekali harga BBM subsidi mengalami penyesuaian.

Kenaikan harga BBM bersubsidi pertama kali dilakuan Presiden Megawati terjadi pada Oktober 2004. Harga Premium yang di era Gus Dur sebesar Rp 1.450 per liter, dinaikan menjadi Rp1.810 per liter. Sementara harga Solar yang semula (era Gus Dur) sebesar Rp 1.190/liter, naik menjadi Rp 1.650 per liter.

6. Era Presiden SBY

Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sejak Oktober 2004 hingga Oktober 2014 (dua periode) tercatat melakukan 8 kali penyesuaian harga BBM.

Harga Premium di era SBY pertamakalinya naik pada Oktober 2004. Harga Premium yang semula Rp 1.810 per liter berubah menjadi Rp 6.500 per liter. Kenaikan pun terjadi pada harga Solar dari Rp 1.650 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.

Kenaikan besar-besaran harga BBM subsidi terjadi di era SBY. Harga Premium saat itu mengalami kenaikan menjadi Rp 4.500 per liter dari harga sebelumnya sebesar Rp 2.400 per liter. Sementara harga Solar menjadi Rp 4.300 per liter dari harga sebelumnya Rp 2.100 per liter. 

Hingga akhir masa jabatan Presiden SBY pada tahun 2013, harga Premium di angka Rp 6.500 per liter, dan solar Rp 5.500 per liter.

7. Era Presiden Jokowi

Seperti halnya di era Presiden SBY, pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun harga BBM bersubsidi beberapa kali mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan harga BBM dilakukan tak lama usai dia menjabat.

Kenaikan pertama dilakukan pada November 2014. Saat itu harga Premium naik menjadi Rp 8.500 per liter dari harga semual Rp 6.500 per liter. Sementara harga Solar dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500 per liter.

Terbaru, Presiden Jokowi Kembali menaikkan harga BBM subsidi. Harga Pertalite yang semula Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 ribu per liter. Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter naik menjadi Rp 6.800 per liter.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tarif Angkot Terbaru di Wilayah Bekasi Pasca Kenaikan Harga BBM

Tarif Angkot Terbaru di Wilayah Bekasi Pasca Kenaikan Harga BBM

Purwasuka | Minggu, 04 September 2022 | 19:20 WIB

Daftar BLT BBM yang Disalurkan Presiden Jokowi

Daftar BLT BBM yang Disalurkan Presiden Jokowi

Purwasuka | Minggu, 04 September 2022 | 08:47 WIB

Komisi IV DPR Bongkar Rahasia di Balik Pemberian Plakat Penghargaan IRRI kepada Presiden Jokowi

Komisi IV DPR Bongkar Rahasia di Balik Pemberian Plakat Penghargaan IRRI kepada Presiden Jokowi

Purwasuka | Kamis, 01 September 2022 | 19:35 WIB

Presiden Jokowi Kembali Salurkan BLT bagi Warga dan Pekerja

Presiden Jokowi Kembali Salurkan BLT bagi Warga dan Pekerja

Purwasuka | Kamis, 01 September 2022 | 19:09 WIB

Terkini

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video

Jabar | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:41 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?

100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?

Your Say | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:15 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'

Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'

Sumut | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:13 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?

Liks | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB