Purwakarta - Unjuk rasa buruh di Purwakarta kembali digelar dalam rangka menuntut penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), omnibus law serta meminta kenaikan upah.
Dalam aksi tersebut, ratusan personil gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (15/09/2022).
Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain melalui Kabag Ops Kompol Dadang Garnadi menjelaskan bahwa pihaknya menjaga kondisi agar tetap aman dan kondusif, sebanyak 225 personel gabungan diterjunkan untuk mengawal aksi buruh secara humanis.
“Sebanyak 225 personel gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP diturunkan untuk pengamanan unjuk rasa buruh hari ini,” ungkap Kompol Dadang Garnadi.
Ia juga menjelaskan bahwa pengamanan unjuk rasa dimuka umum adalah bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat yang dilakukan secara humanis, namun tegas supaya tidak mengganggu ketertiban umum.
Karena itu, seluruh personel selalu melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan SOP, bersikap humanis, namun tetap tegas jika sudah mengganggu ketertiban umum.
Selain itu, Polres Purwakarta bersama TNI dan Pemkab Purwakarta selalu memberikan himbauan kepada peserta unjuk rasa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.
Kompol Dadang Garnadi juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada massa unjuk rasa yang dilakukan dengan aman dan tertib.
Aksi unjuk rasa buruh di awali dengan melakukan konvoi dari kawasan industri Bukit Indah menuju kantor Pemkab Purwakarta yang sempat membuat arus kendaraan dari arah Jakarta-Purwakarta dan Bandung mengalami kemacetan.(*)
Baca Juga: Lagi, Haji Amor Tak Hadir Saat Sidang Paripurna, Bikin Anggota DPRD Purwakarta Geram