PURWAKARTA - Polisi menangkap komplotana pelaku pencurian bermotor (Curanmor) di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakata pada Jumat (23/9/2022). Satu dari empat pelaku seorang perempuan di bawah umur yang masih berstatus pelajar.
Kapolsek Sukatani, AKP Asep Saepudin mengatakan, komplotan ini terdiri atas satu warga Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur. Sisanya warga Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta.
Keempatnya yakni RA (18) warga Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, lalu SH (26), ABU (26) dan SSS (15) warga Maniis, Kabupaten Purwakarta.
Atas perbuatannya, komplotan ini dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 yaitu Pencurian Pemberatan dan terancam hukuman penjara hingga 7 tahun.
"Keempat pelaku kini ditahan di Mapolsek Sukatani. Mereka akan dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 yaitu Pencurian Pemberatan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih dengan ancaman 7 tahun penjara," katanya, Seni (26/9/2022).
Dalam aksinya, para pelaku mempunyai peran masing-masing. Pelaku perempuan bertugas untuk memancing calon korban dengan cara berkenalan di media sosial. Kemudian tiga pria lainnya bertugas sebagai eksekutor.
"Seorang perempuan berinisial SSS ini bertugas sebagai umpan dalam aksi curanmor yang dilakukan komplotan curanmor ini. Sementara ketiga orang pria ini memiliki tugas masing-masing, ada yang sebagai eksekutor dan ada juga yang sebagai pengantar eksekutor," kata Asep.
Asep menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan korban yang kehilangan satu unit motor Kawasaki KLX bernomor polisi T-5498-IM di Kampung Pangkalan, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani pada Senin (19/9/2022).
Sebelumnya, lanjut Asep, korban telah janjian ketemu dengan teman perempuannya yakin SSS, kemudian pergi untuk bertemu di Kampung Pangkalan, Desa Sukajaya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Menguat Tipis, Tekanan Nilai Tukar Dolar Mulai Terasa
"Sesampainya di lokasi yang telah dijanjikan, korban pun memarkirkan motor KLX tersebut di depan rumah warga yang berada kurang lebih 10 hingga 15 meter dari rumah teman perempuannya itu. Kemudian sekira pukul 24.00 WIB korban yang bermaksud akan mengecek keberadaan motornya ternyata diketahui telah hilang," katanya.
Korban dan SSS ini awalnya berkenalan di media sosial Facebook dan berlanjut bertukar nomor handphone.
"Jadi antara korban dan pelaku perempuan berinisial SSS ini awalannya kenal di Facebook, yang kemudian berlanjut saling tukar nomor Whatsapp. Lalu, SSS ini mengajak korban untuk ketemu dan sebelumnya SSS menanyakan ke korban bakal datang pake kendaraan apa, motor atau mobil," pungkas Asep. ***