PURWASUKA- Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu arahan pemerintah pusat terkait penggunaan dan distribusi vaksin Indovac.
“Pemkot Bandung akan menunggu dosis yang baru hadir saat ini yakni Indovac, dan akan menunggu mekanisme distribusi ataupun penggunaannya (dari pemerintah pusat),” kata Yana Mulyana dalam siaran pers Humas Pemkot Bandung, Jumat, 14 Oktober 2022.
Meskipun produksi vaksin Indovac dilakukan di Kota Bandung, hal tersebut tak membuat Pemkot Bandung secara otomatis menjadi pengguna pertama atau menjadi prioritas dalam distribusi dan penggunaan vaksin Indovac.
“Memang PT Bio Farma berada di Kota Bandung, tetapi proses pendistribusian (vaksin Indovac) tetap dari pusat, provinsi baru sampai ke daerah,” kata Yana Mulyana.
“Meskipun Biofarma di Kota Bandung pasti awal itu lewat Kemenkes. Distribusi lewat provinsi baru ke kita. Kemarin pada acara tersampaikan, 1 tahun itu tersampaikan 20 juta vaksin, bisa meng-cover kebutuhan booster 1 dan booster 2,” tambah dia.
Meskipun demikian, dirinya menyambut positif hadirnya vaksin Indovac, vaksin produksi Indonesia. Apalagi Indovac merupakan vaksin yang diproduksi PT Bio Farma yang berada di Kota Bandung.
Pihaknya pun sangat berharap vaksin terbaru tersebut menjadi vaksin prioritas di Indonesia, dan khususnya distribusi dan penggunaannya di Kota Bandung.
“Mudah-mudahan Indovac ini prioritas. Vaksin ini disiapkan untuk tahapan vaksinasi berikutnya,” kata dia. ***
Baca Juga: Polda Jabar Klaim Masih Menyelidiki Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang