PURWASUKA - Dugaan aksi bullying atau perundungan terhadap anak sekolah dasar (SD) terjadi di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Akibat aksi tersebut, korban yang masih duduk di kelas 4 SD meninggal dunia.
Dalam video berdurasi 27 detik itu yang diunggah akun Instagram @net2netnews pada Selasa (29/11/2022) terlihat tayangan sebuah anak diduga korban perundungan tengah terbaring dikelilingi keluarganya.
Pada keterangan unggahan tersebut, bahwa peristiwa perundungan terjadi pada hari Jumat. Namun tidak dijelaskan, tanggal pastinya.
"Diduga korban Bully sampai meninggal. Kejadian jum'at," tulisnya, Rabu (30/11/2022).
Diterangkan juga, korban yang masih duduk di kelas 4 SD itu mengalami perundungan oleh pelaku diduga kelas 6 SD.
"Korban siswa kelas 4 SD, diduga pelaku bully nya siswa kelas 6," katanya melansir dari Jabarnews.com.
Disebutkan, korban bersekolah di SD Negeri Mekargalih. Jenazah korban pun sudah dimakamkan pada Jumat (25/11/2022) di tempat pemakaman umum setempat.
"Korban Pelajar SDN 1 Mekargalih, sudah dimakamkan hari Jumat (25/11) di TPU yang tak jauh dari rumah korban. Alamatnya rumahnya tak jauh dari sekolahnya di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur. Kabupaten Purwakarta," menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan.
"Selentingan kabar, orang tua korban tersebut ada diluar Jawa keduanya bang, trus ada kesan ditutupi kayanya ya temen saya juga wartawan menyebut keluarga korban tak mengizinkan diliput, dia juga udah bertanya ke Polres Purwakarta juga, katanya laporannya mau dicabut, saya mah miris ajah, korban na jalmi alit kang " ucapnya.
Baca Juga: Cara Cek Versi MIUI yang Digunakan, Sudah MIUI 13 Belum?
Postingan ini pun memancing reaksi dari sejumlah netizen, ada yang meminta untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini. Pasalnya, nyawa seseorang melayang akibat aksi perundungan tersebut.
"Di usut tolongg kasihann ya Allah anak skrng udh ga ada klahk," tulis akun @aariff1993.
"Sekolah yang tujuan nya untuk mencerdaskan pada akhirnya malah menjadi biang kekerasan dan ancaman bagi para siswa. Sekolah udah ga aman lagi bagi anak-anak kita. Hati-hati! Evaluasi menyeluruh bagi tenaga pendidik dan kependidikan nya," tulis akun @karangtarunakabupatenlebak.