BMKG: 7 Provinsi Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Waspada terhadap Bencana Hidrometeorologi

Purwasuka | Suara.com

Kamis, 29 Desember 2022 | 09:59 WIB
BMKG: 7 Provinsi Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem, Masyarakat Diimbau Waspada terhadap Bencana Hidrometeorologi
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (*/BMKG/)

PURWASUKA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, tujuh (7) provinsi berstatus siaga potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama dua hari kedepan (28 sampai 30 Desember 2022). 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem yang berpotensi di 7 provinsi tersebut berpeluang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah longsor. 

Berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF), daerah yang ditetapkan berstatus siaga cuaca ekstrem pada periode tersebut yaitu; sebagian Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT. 

“Wilayah tersebut diprakirakan dapat mengalami hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi,” kata Dwikorita Karnawati dalam siaran pers, Bandung, Kamis 29 Desember 2022. 

Dampak dari cuaca ekstrem tersebut diantaranya jelas dia, volume aliran sungai berpotensi meningkat drastis. Sehingga dapat mengakibatkan potensi banjir dan banjir bandang. 

“Selain itu, besar kemungkinan hujan lebat tersebut mengakibatkan potensi tanah longsor, guguran bebatuan, atau erosi tanah, terutama di daerah-daerah dataran tinggi dan lereng-lereng perbukitan dan gunung,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau kepada pemerintah daerah yang berstatus siaga tersebut termasuk masyarakatnya yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai, dan wilayah perbukitan untuk lebih waspada dan meningkatkan kesiap-siagaan. Terutama jika hujan lebat terjadi dalam intensitas yang cukup lama. 

“Mohon kepada masyarakat untuk berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka sebaiknya di rumah saja menunggu cuaca kembali normal,” imbau dia. 

Pemicu Cuaca Ekstrem di Indonesia 

Sementara itu, Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Guswanto menerangkan, potensi cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia tersebut dipicu oleh aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. 

Diantaranya, peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.

Selain itu, meningkatnya intensitas fenomena 'cold surge' atau seruakan dingin yang disertai dengan potensi arus lintas ekuatorial. 

“Sehingga aliran massa udara dingin dari Asia memasuki wilayah Indonesia juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah,” jelas dia. 

Dinamika atmosfer lainnya kata dia, adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif, dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi.

“Peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di perairan sekitarnya, dan fenomena lainnya yang signifikan yaitu terpantaunya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRIN-BMKG Beda Prediksi Cuaca, BPBD DKI: Pendekatan Teorinya Berbeda

BRIN-BMKG Beda Prediksi Cuaca, BPBD DKI: Pendekatan Teorinya Berbeda

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 21:18 WIB

5 Jenis Vitamin untuk Dikonsumsi Saat Cuaca Ekstrem, Jaga Daya Tubuh Agar Tetap Fit!

5 Jenis Vitamin untuk Dikonsumsi Saat Cuaca Ekstrem, Jaga Daya Tubuh Agar Tetap Fit!

Health | Rabu, 28 Desember 2022 | 20:53 WIB

Modifikasi Cuaca Pakai Garam di Jakarta Belum Dilakukan, Ternyata Ini Penyebabnya

Modifikasi Cuaca Pakai Garam di Jakarta Belum Dilakukan, Ternyata Ini Penyebabnya

News | Rabu, 28 Desember 2022 | 20:39 WIB

BMKG Perkirakan Hujan Ekstrem Guyur Jakarta pada 30 dan 31 Desember

BMKG Perkirakan Hujan Ekstrem Guyur Jakarta pada 30 dan 31 Desember

Tekno | Rabu, 28 Desember 2022 | 20:36 WIB

BMKG: Bandung Raya Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai Malam Tahun Baru

BMKG: Bandung Raya Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sampai Malam Tahun Baru

Jabar | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:41 WIB

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Tutup Jalan Ahmad Yani Hingga Sebabkan Macet Panjang

Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Tutup Jalan Ahmad Yani Hingga Sebabkan Macet Panjang

Banten | Rabu, 28 Desember 2022 | 19:28 WIB

Dwikorita Karnawati: Pengaruh Cuaca Ekstrem terhadap Potensi Hujan dan Pasang di Indonesia

Dwikorita Karnawati: Pengaruh Cuaca Ekstrem terhadap Potensi Hujan dan Pasang di Indonesia

| Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:34 WIB

Terkini

Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang

Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang

Banten | Rabu, 29 April 2026 | 23:27 WIB

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak

News | Rabu, 29 April 2026 | 23:25 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman

Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 23:03 WIB

7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun

7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun

Jakarta | Rabu, 29 April 2026 | 22:51 WIB

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus

Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus

Kalbar | Rabu, 29 April 2026 | 22:28 WIB

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa

7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa

Jakarta | Rabu, 29 April 2026 | 22:17 WIB

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga

News | Rabu, 29 April 2026 | 22:04 WIB