Hindari Kejenuhan, SMPN di Ujung Barat Ini Purwakarta Pilih Metode Belajar di Alam

Purwasuka | Suara.com

Senin, 23 Januari 2023 | 16:06 WIB
Hindari Kejenuhan, SMPN di Ujung Barat Ini Purwakarta Pilih Metode Belajar di Alam
Belajar di alam bebas ala SMPN Satap 2 Parungbanteng, Purwakarta. (Istimewa)

PURWASUKA - Belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala SMPN Satap 2 Parungbanteng, Mokhamad Aripin terus mencari metode pembelajaran terbaik di bagi para siswa yang berada di ujung barat Kabupaten Purwakarta itu. 

Untuk menghindari kejenuhan dalam belajar, SMPN Satap 2 Parungbanteng mengadakan kegiatan belajar mengajar di luar kelas, memanfaatkan lingkungan yang asri, sebagai tempat pembelajaran yang nyaman. Siswa juga dibagi ke dalam kelompok kecil, terdiri dari empat sampai lima orang per kelompok.

Kepala SMPN Satap 2 Parungbanteng, Mokhamad Aripin mengatakan, melalui kegiatan tersebut, siswa diajak belajar di alam terbuka seperti di pinggir sungai, di bawah pepohonan, saung, dan lapangan terbuka. 

"Saya termasuk guru yang out of the box. Tidak mau dikungkung oleh tekstual buku pegangan siswa yang hanya menghabiskan materi bab demi bab. Seringkali saya ajak para siswa untuk belajar di luar kelas atau sekadar jalan-jalan ke taman, sungai atau bahkan perkampungan sekitar. Kini, setelah saya menjabat kepala sekolah, kegiatan belajar diluar kelas dijadikan kegiatan yang wajib para guru di SMPN Satap 2 Parungbanteng ini," kata Kang Ipin sapaan akrabnya, Senin (23/1/2023).

Menurutnya, dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. 

"Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Saya lihat mereka menikmati, di situlah saya bisa memasukkan pembelajaran termasuk nilai-nilai karakter dan ke-Islaman sehingga prosesnya mengalir sempurna," kata Kang Ipin. 

Kang Ipin menilai, belajar di alam terbuka merupakan alternatif untuk memberikan input berupa pengalaman atau mempraktekkan langsung suatu indikator dalam pembelajaran.

"Belajar di alam terbuka bertujuan untuk mendekatkan permasalahan yang dihadapi dengan kenyataan atau fakta yang sebenarnya. Dengan demikian setiap peserta didik diharapkan dapat lebih ekspresif dalam menuangkan hasrat dan ide-idenya ketika berada dalam proses pembelajaran dan juga terbentuk sikap mandiri serta tangguh (survival child) dalam menghadapi segala tantangan ke depan," tuturnya. 

Kang Ipin menambahkan, banyak sekali bukan manfaat mengajak siswa belajar di alam terbuka. Para siswa akan merasa nyaman dan tentu saja akan sangat me-refreshbkepenatan siswa dalam belajar. 

"Dengan belajar di alam terbuka ini juga akan meningkatkan kecintaan siswa pada alam semesta. Kecintaan siswa pada alam semesta, juga bisa diarahkan kepada kecintaan pada Sang Khaliq ( Pencipta). Dengan memberikan pengertian ini, anak-anak akan semakin terdorong untuk bisa menjaga alam ciptaan Allah SWT sebaik-baiknya," Ungkap pria yang juga menjabat Plt SMPN Parungbanteng 1.

Kang Ipin menambahkan, terkadang, sebagai guru atau orangtua menganggap bahwa mereka baru dikatakan belajar jika berada dalam kelas, ada catatan atau lembar kertas kerja yang harus dikerjakan atau aktifitas sesuai langkah-langkah baku dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang tidak boleh ditinggalkan.

"Pembelajaran di dalam kelas seakan-akan mempersempit ruang gerak siswa. Mereka terbatas oleh dinding-dinding kelas. Namun bila siswa terbiasa belajar di luar ruangan atau di alam bebas, maka anak-anak akan semakin mendapatkan kesempatan untuk bisa berekplorasi secara aktif dan bebas," imbuhnya. 

Masih kata Kang Ipin, belajar di alam bisa memberikan nuansa alami sesuai dengan potensi siswa (student’s potential) untuk menemukan konsep-konsep yang akan mereka peroleh melalui proses pembelajaran.

"memberikan keleluasaan bagi para guru untuk mengembangkan bentuk materi dan strategi penyampainnya dalam setiap kesempatan guna menghindari kebosanan (boredem) pada diri siswa. Jadi dengan metode ini, diharapkan tumbuh semangat belajar yang luar bisa dari para siswa," harap Kang Ipin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diseruduk Truk, Patung Bima di Sasak Beusi Purwakarta Roboh Minggu Malam

Diseruduk Truk, Patung Bima di Sasak Beusi Purwakarta Roboh Minggu Malam

| Senin, 23 Januari 2023 | 15:03 WIB

Puluhan Botol Miras Disita Polisi Purwakarta, Tujuannya Untuk Ini

Puluhan Botol Miras Disita Polisi Purwakarta, Tujuannya Untuk Ini

| Senin, 23 Januari 2023 | 10:02 WIB

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Patung Bima dan Bus Karyawan di Sasak Beusi Purwakarta

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Patung Bima dan Bus Karyawan di Sasak Beusi Purwakarta

| Senin, 23 Januari 2023 | 10:18 WIB

Terkini

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:54 WIB

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:35 WIB

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:27 WIB

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:17 WIB

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?

Jakarta | Minggu, 10 Mei 2026 | 23:03 WIB

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru

Your Say | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:58 WIB

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi

Sumsel | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:48 WIB

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:27 WIB

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam

Kalbar | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:16 WIB

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba

Entertainment | Minggu, 10 Mei 2026 | 22:00 WIB