PURWASUKA - Ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam pembelajaran untuk mengasah minat dan bakat murid di berbagai bidang sesuai dengan potensinya masing-masing.
Di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Akhyar menambahkan dua ekstrakurikuler jenis olahraga baru kepada siswanya yakni Panahan dan Pencak Silat yang di lauching, Pada 17 Februari 2023, kemarin.
Selain panahan dan pencak silat, di sekolah yang berlokasi di Kampung Krajan, Desa Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta itu ada juga ekstrakurikuler lainnya, seperti Tahsin Al-Quran dan Renang.
Kepala Sekolah SDIT Al Akhyar, Aam Aminah mengatakan, ekstrakurikuler yang sudah mulai berjalan diharapkan bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh murid, sehingga ke depan akan muncul bibit-bibit murid berprestasi di berbagai bidang akademis maupun nonakademis.
"Kegiatan ekstrakurikuler ini kami laksanakan disekolah bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa-siswi menyalurkan bakat sesuai hobinya masing-masing," ungkap Aam, pada Senin, 20 Februari 2023.
Aam menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian tak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut anak-anak mampu mengembangkan protensi diri dalam rangka memenuhi bakat dan minatnya.
"Sebab melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut, anak-anak akan belajar banyak hal tanpa ada paksaan. Anak-anak memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minatnya sehingga diharapkan mereka mampu menempa potensi dirinya semaksimal mungkin," ungkapnya.
Aam menyebut, SDIT Al-Akhyar mencoba untuk memperkenalkan olahraga panahan dan pencak silat kepada siswa-siswi karena kedua olahraga tersebut sangat bermanfaat untuk perkembangan anak baik secara fisik dan mental.
"Semoga dari dua ekstrakurikuler itu mampu mencetak atlit sholeh dan sholeha yang sukses dan siap berprestasi di kancah nasional maupun Internasional," harap Aam.
Baca Juga: Novel Nikah Tanpa Pacaran, Inspirasi Pengalaman Hidup dari Asma Nadia
Terpisah, Ketua Persatuan Orang Tua Siswa Al Akhyar (Posita), Rina Sri Nurbaeti mengatakan para orang tua siswa di SDIT Al-Akhyar sangat mendukung adanya dua ekstrakurikuler baru di SDIT Al-Akhyar.
Menurut Rina, dengan ikut sertanya anak-anak ke dalam kegiatan ekskul ini, diharapkan kepribadian anak menjadi berkembang, anak akan lebih dewasa dalam berpikir, tidak kuper alias kurang pergaulan.
"Namun yang lebih penting dengan kegiatan ekskul ini, anak-anak harus lebih termotivasi juga dalam belajarnya, sehingga di bidang akademiknya mereka juga lebih berprestasi," ungkapnya.
Rian menilai, panahan dan pencak silat merupakan olahraga warisan. Panahan meruapakan olahraga warisan jaman dulu dan juga bagian dari sunah nabi Muhammad Saw. Sedangkan, pencak silat meruapakan warisan bangsa yang harus terus lestarikan.
"Kedua olahraga tersebut memiliki banyak manfaat bagi para siswa. Seperti panahan, olahraga ini membutuhkan ketepatan dan ketangkasan dalam menembakkan anak panah. Memanah memberikan manfaat bagi penggunanya. Seperti melatih konsenterasi, kesabaran, dan ketepatan sehingga memudahkan untuk mengontrol diri," ucap Rina.
Sedangkan, olahraga pencak silat, lanjut dia, merupakan warisan nenek moyang kita yang perlu dilestarikan. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, anak dilatih untuk bisa mengembangkan bakat dan belajar lebih mendalam tentang pola langkah, senam dan jurus pencak silat yang diajarkan oleh pembina ekstrakurikuler.
Kata Rina, olahraga bukan hanya berbicara pada aktivitas fisik semata, namun juga perlu diimbagi dengan kegiatan spiritual rohani sebagaimana falsafah Indonesia yang termaktub dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya 'Bangunlah Jiwanya Bangunlah Raganya'
“Olehnya sangat penting bagi anak-anak dalam menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam keolahragaan. Bangunlah jiwanya juga bangun raganya harus seimbang dalam menuju puncak prestasi," Ungkapnya.
Terlebih, kata Rina, ekstrakurikule panahan dibawah binaan Kang Dede dan Kang Geri pelatih profesional serta pencak silat dilatih kang Dodi yang di sebut sebagai panglima alap-alap sama pelatih profesional, dirinya meyakini para siswa-siswi SDIT Al-Akhyar akan menjadi atlet profesional.
"Sehingga nantinya diharapkan para lulusan SDIT Al-Akhyar ini tak hanya menjadi hafidz Al Quran tapi juga ahli dalam bela diri juga memanah, karena beladiri adalah kebutuhan dalam dakwah dan memanah merupakan sunnah Rasul. Calon penerus generasi muda yang tangguh akan lahir di sini," ungkap Rina.