Teks Khutbah Jumat: Menjadi Orang Sukses Dengan Beribadah

Purwasuka Suara.Com
Jum'at, 10 Maret 2023 | 10:57 WIB
Teks Khutbah Jumat: Menjadi Orang Sukses Dengan Beribadah
Teks khutbah Jumat 10 Maret 2023. (Ist)

PURWASUKA - Teks Khutbah Jumat kali ini menarik kita ketahui. Pasalnya, mengulas menganai cara menjadi orang sukses dengan beribadah.

Dengan tahu Teks Khutbah Jumat terserbu, kalian bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, kalian biasa menjadi orang sukses dengan beribadah.

Teks Khutbah Jumat Hari Ini 10 Maret 2023

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt yang telah memberikan kita semua nikmat Islam dan iman, sehingga bisa menunaikan kembali ibadah wajib dalam satu pekan sekali, yaitu shalat Jumat.

Shalawat dan salam mudah-mudahan terus mengalir dan membahana kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, nabi terakhir yang Allah utus sebagai rahmat bagi alam semesta.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri, keluarga, dan semua jamaah yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk selalu memperkokoh dan memperkuat keimanan dan ketakwaan, dengan cara meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, dan menjauhi segala perbuatan yang bisa mengundang murka dari-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Manusia diciptakan oleh Allah tidak lain kecuali agar beribadah dan menyembah-Nya.

Mereka yang enggan untuk beribadah telah keluar dari tujuan inti di balik diciptakannya manusia, yaitu beribadah.

Baca Juga: Minta Masyarakat Tidak Terbelah, Kepala BNPT Ingatkan TPNPB-OPM Musuh Bersama

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi kita semua untuk menumbuhkan kesadaran dalam diri kita perihal pentingnya ibadah.

Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

Artinya, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS Adz-Dzariat, [51]: 56).

Dalam ayat yang lain yang berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman:

Artinya, “Padahal mereka hanya disuruh untuk menyembahn Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS At-Taubah [9]: 31).

Dua ayat di atas menjelaskan bahwa tujuan diciptakannya manusia tidak lain selain untuk beribadah kepada Allah, tunduk pada perintah-Nya, dan menjauhi semua larangan-Nya.

Dengan demikian, semua ketentuan yang Allah tetapkan merupakan suatu kewajiban yang tidak boleh manusia tinggalkan, karena semua itu adalah spirit dari ibadah kepada-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Orang-orang yang sudah bisa melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan larangan itu dengan istiqamah disebut dengan orang yang sukses/beruntung (muflih).

Berkaitan dengan hal ini, Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an:

Artinya, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa yang mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang yang melampaui batas.

Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara shalatnya” (QS Al-Mu’minun [23]: 1-5). Syekh Dr. Wahbah bin Musthafa az-Zuhaili dalam tafsir Tafsir al-Munir, juz X, halaman 18, memberikan penjelasan yang lebih luas perihal karakter di atas.

Pertama, mu’minun adalah orang yang membenarkan Allah dan apa yang diturunkan kepada rasul-Nya, baik berupa tauhid, kenabian, hari kebangkitan, dan hari pembalasan.

Kedua, orang-orang yang khusuk (khasi’un) adalah orang yang merasa rendah dan hina di hadapan Allah, serta takut kepada-Nya.

Ketiga, menjauhi yang tidak berguna (mu’ridun), yaitu orang-orang yang meninggalkan setiap sesuatu yang tidak memiliki nilai kebaikan sedikit pun, ia fokus mengerajakan kebaikan.

Keempat, orang yang mengeluarkan zakat, baik berupa zakat wajib maupun sunnah, yang tujuan keduanya sama-sama untuk membersihkan harta.

Dalam ayat di atas, Allah menyebutkan zakat setelah khusyuk dengan tujuan agar ketaatan seseorang bisa sempurna, dengan menjalakan ketaatan badaniyah (badan), berupa ibadah dengan khusuk, dan ketaatan maliyah (harta), berupa zakat.

Kelima, menjaga kemaluan (hafizun li furujihim), yaitu orang-orang yang menjaga kemaluannya dari setiap sesuatu yang haram, baik berupa zina maupun bersenang-senang dengan yang lain (masturbasi-onani).

Keenam, menjaga amanat dan janji, baik kepada Allah, seperti tuntutan-tuntutan syariat, maupun kepada manusia, seperti titipan harta, perjanjian dan lainnya.

Ketujuh, orang yang menjaga shalat, yaitu orang-orang yang melakukan shalat sesuai dengan waktu masing-masing, dan selalu istiqamah di waktu-waktu tersebut.

Demikian khutbah tentang sukses dengan cara beribadah kepada Allah pada siang hari ini.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI