PURWASUKA - Persaudaran Alumni (PA) 212 terang-terangngan menolak konser musik Coldplay di Indonesia. Bahkan, mereka mengacam akan menggelar aksi unjuk rasa.
Diketahui, alasan PA 212 menolak konser musik Coldplay ini lantaran Chris Martin cs merupakan kelompok yang mendukung kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) serta penganut paham atheis.
“Kalau mereka sampai jadi menggelar konser, itu artinya kita mendukung mereka mengkampanyekan LGBT dan atheis yang sangat bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila. Apalagi mayoritas penduduk Indonesia Muslim. Jadi sebaiknya kita tolak (konser Coldplay)," ujar Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin kepada awak media Sabtu, 12 Mei 2023.
Novel berharap pemerintah Indonesia dapat melakukan upaya penolakan agar konser tersebut batal diselenggarakan karena bertepatan dengan momen pemilihan umum atau Pemilu 2024 yang rencananya akan digelar pada 14 Februari 2024.
"Pemerintah harus bertindak cepat menolak konser Coldplay di Indonesia November besok. Apalagi ini dekat dengan Pemilu 2024. Penolakan ini sebagai wujud kita menjaga keutuhan bangsa,” kata dia
Lebih lanjut, Novel Bamukmin menegaskan bahwa PA 212 siap menggelar demo besar-besaran apabila konser band asal Inggris ini tetap terlaksana. Aksi besar ini, kata dia, akan sama dengan yang mereka lakukan saat menolak kehadiran Lady Gaga.
“Saya mengimbau panitia dan promotor segera membatalkan niatnya mendatangkan Coldplay. Kalau masih nekat, maka kita akan gelar aksi besar dengan memblokir lokasi atau kita akan kepung bandara," kata Novel.
Sebelumnya, diberitakan konser Coldplay akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada 15 November 2023 mendatang.***
Baca Juga: Teka-teki Capres Pemberani yang Digaungkan Jokowi dengan Berapi-api di Musra