"Unsur memasyarakatan ini akan kita lihat sejauh mana keguyuban masyarakat dalam bergotong-royong dan dalam menggerakkan potensi desa ini untuk dimajukan terutama juga dengan unsur-unsur seperti dengan PKK dengan Posyandu dan yang lainnya, sehingga tiga bidang itu akan dinilai dan akan kami lihat sejauh mana dengan materi paparan yang telah disampaikan dari semua yang kami lakukan ini sekaligus kami laporkan," sambung Dicky.
Ia juga mengungkapkan bahwa tanggal 26 Juni mendatang akan diumumkan siapakah yang menjadi satu besar dari seluruh pencapaian.
"Desa dengan status satu besar akan menjadi desa percontohan nasional dan internasional. Secara nasional tentu nanti akan menjadi promosi yang sangat luar biasa. Seperti sebelumnya, yaitu Desa Cibiru Wetan juara di Jawa Barat dan menjadi juara di nasional dan menjadi pusat percontohan desa seluruh Indonesia. Bahkan PAD-nya jadi meningkat berpuluh-puluh kali lipat karena kedatangan tamu kemudian kerja sama bantuan dan seluruhnya hadir untuk desa seperti Desa Cibiru Wetan yang kemarin telah menjadi juara nasional," kata Dicky.
Lebih jauh lagi, secara internasional maka desa yang juara, akan menjadi desa yang masuk dalam kerjasama desa-desa se-Asean.
"Jadi bisa jadi nanti jalan-jalan ini ke Asia. Kami berharap hari ini adalah hari yang baik bagi kita semua kami mampu melaksanakan tugasnya dan desa Taringgul Tonggoh juga dapat menunjukkan segala kelebihannya sehingga ketika ikhtiar itu bertemu satu sama lain mudah-mudahan jodoh untuk memberikan yang terbaik bagi Purwakarta dan Jawa Barat," demikian Dicky Saromi.***