PURWASUKA - Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana memastikan pasokan air untuk area pesawahan di wilayahnya aman sementara hingga bulan Desember 2023 mendatang.
Hal itu berdasarkan hasil koordinasi jajarannya dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur terkait pasokan air pesawahan dalam mengantisipasi fenomena El Nino.
“Alhamdulillah, untuk Karawang PJT memastikan suplainya aman sampai Desember dengan cakupan 97,4 mdpl. Jika pun ada penurunan, jumlahnya hanya 1 cm per hari, insya Allah Karawang tidak akan kekurangan air,” kata Cellica Nurrachadiana dikutip dati TV Berita.co.id pada 5 September 2023.
Dia akui, penurunan debit air juga disebabkan sedimentasi lumpur dan sampah. Untuk itu, pihaknya berupaya terus memaksimalkan pompanisasi air dari irigasi ke pesawahan.
“Persoalan yang ditemui ialah sedimentasi lumpur dan sampah, dan semuanya sedang dalam penanganan,” kata Cellica.
Sejumlah sarana pendukung pertanian pun disebutnya akan diperbaiki oleh pemerintah pusat usai kunjungan Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi ke Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT) Jatisari, Karawang belum lama ini.
“Kami senang pak Wamen menyampaikan akan memperbaiki sejumlah sarana pengairan seperti irigasi, embung, sodetan agar sawah-sawah kita tidak kekeringan demi menjaga ketahanan pangan nasional,” serunya.
Sekitar seribu lebih hektare sawah di Kabupaten Karawang dilanda kekeringan. Selain karena faktor cuaca, kondisi tersebut diiakibatkan pengendapan lumpur dan sampah.
Hal itu berdasarkan survei DPKP Karawang ke sejumlah pesawahan terdampak di Kecamatan Pakisjaya, Cibuaya, Purwasari dan Banyusari.
Baca Juga: Belajar Bahasa dengan Gembira dalam Buku 'Celetuk Bahasa 2'
“Itu yang udah kita survei, udah kita identifikasi, salah satunya adalah pendangkalan di tersier. Ada pengendapan lumpur dan sampah,” ujar Kepala DPKP Kabupaten Karawang, Asep Hadzar pada Jumat, 1 September 2023.
Pekan depan, pihaknya mengaku akan turun langsung menangani persoalan tersebut berdasarkan hasil koordinasi dengan beberapa OPD terkait hingga aparatur desa.
Ia merinci, pesawahan yang terdampak kekeringan ada di Banyusari sekitar 600 hektare, Cibuaya 700 hektare, Pakisjaya 350 hektare dan Tempuran 50 hektare.
“Insyaallah Minggu depan kita action mengatasi di beberapa wilayah. Tapi sebenernya ada juga yang karena belum musim tanam, air ada, tapi harus pake pompa,” terang Asep.
Kendati begitu, ia memastikan bahwa ketersediaan air di Jatiluhur masih dalam kondisi bagus. Sehingga ia meminta agar masyarakat Karawang untuk turut menjaga saluran air dari tumpukan sampah.***