PURWASUKA - Materi Khutbah jumat hari ini 8 September 2023 akan membahas tentang etika belajar agama menggunakan teknologi.
Ya, di jaman yang melek teknologi seperti saat ini, kalian bisa dengan mudah mengakses informasi untuk belajar apapun termasuk agama. Meski begitu, apa kalian tahu hal itu juga tersnyata ada etikanya.
Untuk itu yang ingin tahu etika belajar, berikut Teks Khutbah Jumat Hari Ini: Etika Belajar Agama Menggunakan Teknologi
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan kali ini dan juga pada setiap kesempatan dalam kehidupan kita, Marilah senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan, termasuk kenikmatan bisa hidup dan menikmati zaman yang penuh dengan kemudahan dampak dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selanjutnya, mari kita tingkatkan rasa cinta dan kasih sayang kita kepada Rasulullah SAW dengan selalu mengucapkan shalawat kepadanya. Shalawat adalah tanda cinta kita kepada beliau yang telah membawa Islam ke muka bumi ini dan menjadikan kita semua bisa menikmati kehidupan yang terang benderang jauh dari kejahiliyahan.
Pada kesempatan ini, khatib juga berwasiat kepada seluruh jamaah, wabil khusus kepada diri khatib pribadi untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dalam wujud menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ketakwaan menjadi modal yang sangat penting untuk mengarahkan kehidupan kita yang saat ini berada pada masa modern di mana kemajuan teknologi dengan segala kemudahannya bisa membawa kita lupa dan terjerumus sehingga melupakan Allah swt.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Saat ini, dunia telah mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat khususnya di bidang informasi. Internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Perkembangan teknologi ini dapat menjadi sarana yang bermanfaat jika kita menggunakannya dengan benar.
Sebaliknya, akan membawa bencana dan kehancuran jika kita tidak bijak dalam memanfaatkannya. Kita perlu sadari bahwa teknologi yang kita gunakan ini harus digunakan sebagai wasilah atau sarana saja. Bukan ghayyah atau tujuan akhir.
Baca Juga: Kok Bisa dengan Jabatan Kanit Binmas Bripka Nuril dan Luluk Bisa Hidup Mewah
Dengan adanya berbagai macam penemuan teknologi, kita bisa dengan mudah mengakses berbagai macam informasi. Dengan teknologi, kita juga bisa dengan mudah belajar berbagai disiplin ilmu termasuk belajar ilmu-ilmu agama. Namun kita harus berhati-hati belajar agama menggunakan teknologi.
Internet dan media sosial penuh dengan informasi. Namun tidak semua informasi yang ada bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kita harus selalu memeriksa dan memverifikasi sumber informasi yang didapat, terutama saat belajar agama. Verifikasi ini meliputi, dari mana asalnya, siapa yang mengatakannya, dan media apa yang menayangkannya.
Ingatlah, bahwa informasi yang kita terima dari internet atau media sosial disajikan oleh sebuah sistem bukan berdasarkan kebenarannya. Namun sistem algoritma yang digunakan dalam internet akan menyuguhkan informasi berdasarkan ketenarannya.
Sehingga dalam hal mengakses segala informasi ataupun ilmu agama di internet, kita harus melakukan verifikasi. Hal ini pun sudah diingatkan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 6:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Dalam sebuah hadits masyhur yang diriwayatkan Ibnu Majah dari sahabat Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”
Hadits ini mengingatkan kepada kita bahwa setiap Muslim memang memiliki kewajiban meningkatkan kualitas diri dengan mencari ilmu. Namun dengan fakta saat ini, di mana berbagai macam disiplin ilmu bisa kita temukan dengan mudah melalui perkembangan teknologi, perlu bagi kita untuk benar-benar mengedepankan etika mencari ilmu.