PURWASUKA - Untuk meningkatkan kedisiplinan dan keterampilan di lingkungan Madrasah, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) lakukan sejumlah terobosan. Salah satunya pembiasaan membaca Alquran dan belajar bahasa Inggris serta bahasa Arab.
Kegiatan tersebut dimulai dengan Launching Gerakan Pembiasaan Membaca Al-Quran, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di MTsN 1 Purwakarta, pada Senin, 9 Oktober 2023.
Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, H. Sopian mengatakan, gerakan pembiasaan membaca alquran, bahasa Arab dan bahasa Inggris ini diberlakukan dari mulai tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA).
"Untuk penerapan gerakan pembiasaan membaca alquran, bahasa Arab dan bahasa Inggris ini baru diterapkan di Madrasah Negri saja, kemungkinan kedepan bakal diberlakukan di seluruh Madrasah di Kabupaten Purwakarta," ucap Sopian, saat ditemui di MTsN 1 Purwakarta, pada Senin, 9 Oktober 2023.
Sopian menjelaskan, untuk gerakan pembiasaan membaca alquran dilakukan selama 15 menit sebelum pelajaran di mulai.
"Jadi setiap hari sebelum memulai pelajaran, guru di jam pertama membimbing para siswa untuk membaca alquran selama 15 menit," Jelas Sopian.
Sopian menyebut, dengan pembiasaan membaca Al-Qur'an, hati menjadi tenang dan pikiran menjadi lapang sehingga kegiatan belajar dilakukan dengan lebih semangat karena belajar juga merupakan ibadah.
"Pembiasaan membaca Al-Qur'an pagi hari di sekolah menjadi salah satu upaya untuk membentuk karakter peserta didik yang religius, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Insyaallah tujuan mulia yang ingin dicapai dari program ini akan terwujud," ungkap Sopian.
ia melanjutkan untuk program pembiasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris di Madrasah sebagai langkah penting.
Baca Juga: Prakerja dan LPK GeTI Incubator Bersinergi Dukung Pembelajaran Sepanjang Hayat di NTT
"Program ini bertujuan menciptakan lingkungan di mana bahasa Arab dan bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-hari siswa. Ini bukan hanya tentang kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang pemahaman budaya dan nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa-bahasa tersebut," ucap Sopian.
Untuk penerapanya, kata Sopian, setiap hari Kamis para siswa dan siswi di Madrasah negri dari mulai tingkat MI hingga MA di Kabupaten Purwakarta berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris baik itu dengan sesama siswa ataupun guru.
Kemudian, lanjut dia, untuk penerapan bahasa Arab diberlakukan setiap hari Jumat.
"Jadi di hari Kamis itu siswa berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan hari Jumat berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Dengan program ini, kami berharap siswa-siswa kami dapat mempertahankan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai keterampilan seumur hidup yang akan membantu mereka menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ungkap Sopian.***