PURWOKERTO, SUARA.COM-Ada tradisi unik di daerah ujung barat Kabupaten Banjarnegara, persisnya di Kecamatan Susukan. Masyarakat menyebutnya dengan istilah Ujungan.
Ujungan adalah ritual meminta hujan ketika kemarau panjang mencekam. Tradisi ini meniscayakan dua orang lelaki berduel di tanah lapang.
Berbekal senjata sebilah rotan, mereka adu kekuatan. Namun Ujungan bukan sekadar adu kekuatan. Rasa sakit dan tetesan darah petarung itu adalah cara mereka mengharap belas kasih Tuhan.
"Dalam kultur masyarakat primitif, rasa sakit adalah cara menyampaikan permintaan atau mengadu kepada Tuhan agar dikasihani," kata Yusmanto, seniman dari Kecamatan Susukan
Tradisi Ujungan umumnya berkembang di tengah masyarakat agraris. Dimana air menjadi kebutuhan vital petani untuk menunjang kehidupan.
Air bagi masyarakat petani bukan hanya untuk minum dan memasak, namun juga mengaliri lahan pertanian. Tak pelak musim kering berkepanjangan membuat masyarakat menjerit. Sementara manusia tak kuasa menurunkan hujan.