Suara.com - Industri logistik Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I 2026, terutama di sektor transportasi dan pergudangan. Di tengah tren tersebut, pelaku industri juga menghadapi tantangan global, salah satunya kenaikan biaya energi yang berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) serta operasional distribusi.
Dalam episode Executive Talk kali ini, Commercial & External Affairs Director SiCepat Ekspres, Imam Sedayu Pusponegoro, membahas strategi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri logistik yang terus berkembang. SiCepat disebut tengah bertransformasi dari smart delivery company menjadi penyedia end-to-end supply chain and distribution solutions.
Melalui inovasi, diversifikasi pasar, dan strategi efisiensi, SiCepat berupaya menjaga biaya logistik tetap terkendali sehingga dampaknya terhadap konsumen dapat diminimalkan. Selengkapnya simak video di atas.
Host/Creative/Videografer/Video Editor: Michele/Jasmine/Claudia/Zakira/Ramadhani/Adit/Novi/Troy/Tora/Jovan