PURWOKERTO.SUARA.COM - Menko Polhukam, Mahfud MD, merespons kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J di kediaman Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdi Sambo, yang terjadi 8 Juli 2022 yang lalu. Mahfud yang tengah menjalankan ibadah di Madinah mengaku banyak kejanggalan pada peristiwa ini.
"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," ujar dia melalui akun instagramnya.
Mahfud MD menyebut kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini. Sebab, lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian positif dari publik.
Penilaian ini sesuai hasil penelitian berbagai lembagai survei. Ia mengaku kinerja positif pemerintah disokong secara signifikan dari bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum.
"Hasil survei terakhir Indikator Politik yang baru diumumkan kemarin misalnya mengatakan begitu," katanya.
Seperti dikabarkan, merespons kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit membentuk Tim investigasi yang terdiri internal dan eksternal Polri. Tim ini dipimpin oleh Komjen Gatot Eddy.
"Itu sudah mewakili sikap dan langkah pemerintah sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya,' tuturnya.
Mahfud yang juga sebagai Ketua Kompolnas menyatakan telah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini untuk membantu Polri menjernihkan perkara ini.
"Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk Tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini," tulisnya.