Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini

Purwokerto

Minggu, 17 Juli 2022 | 10:06 WIB
Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini
Kisah Habib Jadi TNI, Mayor Inf Ahmad Assegaf Pasukan Elit Raider Penjaga Perbatasan Papua Nugini

PURWOKERTO.SUARA.COM, Meski jauh dari tanah kelahiran Nabi, Arab Saudi, Umat Islam Indonesia beruntung bisa hidup berdampingan dengan banyak keturunan (dzurriyat) Nabi Muhammad SAW yang tinggal di tanah air. Mereka dikenal dengan sebutan sayyid atau habib. Mereka yang sering tampil di media massa ternyata barulah sedikit di antara banyak habib atau sayyid yang mendiami bumi pertiwi. 

Selama ini publik hanya mengenal habib sebagai seorang pendakwah atau penceramah. Tiap mereka memiliki gaya ceramahnya yang khas dalam mendakwahkan agama. 

Tapi siapa sangka, banyak dzurriyah Rasul yang mengambil jalan berbeda dalam hidupnya. Mereka memiliki berbagai latarbelakang profesi yang berbeda satu sama lain. 

Selain pendakwah, banyak habib atau sayyid yang berprofesi sebagai wiraswasta, anggota TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan matapencaharian lainnya. Banyak di antara mereka yang tidak dikenal publik. 

Di antara yang menyita perhatian publik belakangan ini adalah Mayor Infanteri Ahmad bin Muhammad bin Hamid Assegaf. Dia adalah Wakil Komandan Batalyon Infanteri 753 (Wadanyon) 753/Arga Vira Tama atau Yonif 756/AVT. 

Secara fisik, publik akan mudah menebak pria itu berparas timur tengah. Mengenakan baju militer, Ahmad tampak begitu gagah. Tapi ia bukan tentara Timur Tengah, melainkan prajurit TNI yang bertugas membela bumi pertiwi. 

Badannya tegap. Posturnya tinggi kekar. Parasnya jangan tanya, jelas ganteng di atas rata-rata. Tapi yang membuatnya lebih istimewa, Ahmad adalah salah satu keturunan Nabi SAW atau biasa dipanggil habib oleh umat Islam Indonesia. 

Ahmad lahir di Jeddah, Arab Saudi. Ia adalah seorang insinyur dari Kabupaten Pekalongan yang pernah mendapatkan beasiswa di Riyadh Arab Saudi. 

Ahmad sempat menghabiskan masa kecilnya di Arab Saudi, tempat orang tuanya mengais rizki. Dari Arab, ia dan keluarganya sempat menetap di Singapura hingga menetap di Jakarta pada umur 7 tahun. 

baca juga

“Saya (waktu kecil) tidak bisa bahasa Indonesia, karena abah (ayah) dan umi (ibu) selalu berbahasa Arab,”katanya dikutip dari channel youtube Dakwah Islam

Ahmad kecil sempat mengenyam pendiidkan di SD Annuriyah Cipinang, Jakarta Timur. Di situ ia perlahan belajar Bahasa Indonesia. Ahmad sejatinya tidak memiliki latar belakang keluarga militer.  

Wujudkan Mimpi  Ayah

Hanya ayahnya sempat berambisi menjadi anggota TNI hingga pernah mendaftarkan diri.  Sayang, karena suatu hal, orang tuanya harus mengubur impian menjadi tentara RI. 

Tapi kecintaannya terhadap korps ini tak pernah pudar. Syukur ia dikaruniai anak laki-laki. Ahmad namanya. Ahmad tumbuh menjadi seorang pemuda gagah dengan tubuh tegap. Secara fisik, ia sangat cocok menjadi tentara pembela tanah air. 

Hingga masa itu tiba, saat usianya cukup, Ahmad didorong untuk mendaftar Akademi Militer (Akmil). Semasa seleksi, Ahmad digembleng ayahnya sendiri agar fisiknya kuat dan masuk kualifikasi tentara. 

“Ayah pulang kantor bawa brosur Akmil. Abah perintahkan saya ikut. Karena anak harus bakti, saya harus nurut,”katanya

Ia sempat bingung saat mau mendaftar. Ia tak tahu harus bertemu siapa dan kemana untuk mendaftar Akmil. Ia sempat ditanya prajurit Provost yang berjaga terkait tujuannya. 

Petugas itu sempat menebaknya sebagai orang Arab karena parasnya yang beda dari orang Indonesia umumnya. Ahmad menjelaskan ia asli warga Indonesia. Jiwanya merah putih. 

Petugas kemudian membimbing dan mengarahkan Ahmad untuk masuk ke dalam kantor, tempat pendaftaran siswa baru Akmil. Ahmad lulus seleksi administrasi hingga lolos ke tahapan seleksi selanjutnya, termasuk tes fisik dan psikologi. 

Ahmad berjuang keras agar bisa lolos semua ujian. Ayahnya sangat bersemangat membantu anaknya agar bisa lulus seleksi. Setiap subuh, ia membangunkan putranya itu untuk ibadah dan lanjut latihan fisik untuk persiapan tes jasmani. 

“Sangat tidak tega kalau saya gak masuk. Tidak mau menyakiti hati orang tua,”katanya

Perjuangan kerasnya tak sia-sia. Ahmad akhirnya dinyatakan lolos seleksi calon taruna Akmil tahun 2005. Ahmad berhasil mewujudkan impian orang tuanya untuk menjadi anggota TNI. 

Ahmad pernah beberapa kali menjalankan misi berat untuk menjaga keamanan di perbatasan Papua Nugini. Bahkan pada 2016, ia harus meninggalkan istrinya yang hamil demi menjalankan misi negara ke perbatasan Papua Nugini. 

“Waktu saya pulang, anak saya sudah lahir usia 3 bulan. Saya gendong, senang sekali perasaan ini,”katanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komeng Bangga! Keponakannya Jadi Perwira TNI

Komeng Bangga! Keponakannya Jadi Perwira TNI

Selebtek | Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:48 WIB

Keponakannya Dilantik jadi Perwira TNI AD, Komeng: Saya Bagian Angkatin Cucian Aja

Keponakannya Dilantik jadi Perwira TNI AD, Komeng: Saya Bagian Angkatin Cucian Aja

Entertainment | Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:10 WIB

Nekat! Dua Pemuda Asal Indramayu Curi Sepeda Motor Milik Anggota Polisi dan TNI di Pemalang

Nekat! Dua Pemuda Asal Indramayu Curi Sepeda Motor Milik Anggota Polisi dan TNI di Pemalang

Jawa Tengah | Jum'at, 15 Juli 2022 | 17:32 WIB

Terkini

Kekayaan Plt Jampidsus Rudi Margono, Punya Kendaraan Cuma Motor Honda Lawas

Kekayaan Plt Jampidsus Rudi Margono, Punya Kendaraan Cuma Motor Honda Lawas

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:59 WIB

9 Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Katingan Ditangkap

9 Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Katingan Ditangkap

Kaltim | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:46 WIB

Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an

Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:45 WIB

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:44 WIB

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:41 WIB

Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?

Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:36 WIB

Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul

Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul

Jatim | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:36 WIB

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?

Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?

Your Say | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:25 WIB

Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir

Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir

Riau | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:23 WIB

×