Di sana anda bisa melihat keindahan peninggalan jaman kerajaan Singasari yang berbentuk candi dengan arsitektur perpaduan Hindu dan Budha. Bangunan candi ini mempunyai puncak berupa stupa yang dibangun dengan menggunakan batuan andesit.
Di sekitar area candi anda bisa juga menikmati pemandangan taman di mana biasanya dibuat tempat untuk berswafoto pengunjung yang datang ke sana.
4. Air Terjun Tundo Pitu
Memiliki wilayah dengan topgrafi pegunungan Kabupaten Pasuruan memiliki banyak wisata alam. Wisata alam air terjun yang terbaik salah satunya Tundo, Pitu yang lokasinya berada hanya beberapa meter dari jalan utama Puspo-Tosari.
Tepatnya Desa Baledono , Kecamatan Losari, Kabupaten Pasuruan, maka dari itu bagi para wisatawan yang ingin datang kesana tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh.
Air terjun ini mengapa dinamakan air terjun Tundo Pitu karena air terjun ini mempunyai bentuk berlekuk-lekuk sampai tujuh tingkat. Mirip dengan Tumpak Sewu di Lumajang, bedanya di air terjun Tundo Pitu anda selain bisa melihat panorama air terjun unik.
Kalian juga bisa melihat hutan-hutan di sekelilingnya yang mempesona di mana biasanya banyak burung-burung liar berterbangan, wisatawan perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 15 ribu rupiah.
5. Candi Gunung Gangsir
Berada di dekat lingkungan industri destinasi ini saya rekomendasikan karena tersembunyi. Pun ini cukup saya sarankan bagi kalian mempunyai kesukaan terhadap bangunan yang peninggalan sejarah.
Berada di Dusun Keboncandi, Desa Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan Candi Gunung Gangsir juga dikenal sebagai Candi Kebon. Konon nama ini dalam bahasa Jawa mempunyai arti menggali.
Mengingat katanya asal mula Candi Gunung Gangsir adalah ada seseorang yang sedang menggali gunung yang merupakan bagian dari candi untuk mengambil beberapa benda berharga di dalam candi tersebut.
Buka 24 jam, selama berada di tempat wisata ini pengunjung tidak di mintai retribusi sama sekali.
Itulah lima tempat wisata yang wajib di kunjungi saat mampir ke Kabupaten Pasuruan. Ingat, Pasuruan juga Kota Santri, siapa tahu kalian mendapat ukhti-ukhti di sini. Jadi, Kapan mampir kemari? (Anik Al Sajawi)