Keluarga Brigadir Yosua Sudah Capek, Kamarudin Simanjuntak Minta Maaf

Purwokerto

Senin, 19 September 2022 | 16:47 WIB
Keluarga Brigadir Yosua Sudah Capek, Kamarudin Simanjuntak Minta Maaf
Kamarudin Simanjuntak

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pengacara Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf kepada publik lantaran belum bisa menuntaskan kasus pembunuhan kliennya. Keterangan tersebut dilansir dari video tiktok @tobellyboy pada Minggu, 18 September 2022.

Ia mengungkapkan, meski pihaknya sudah berusaha maksimal dengan mengorbankan baik materi, pikiran dan waktu, akan tetapi kasus ini masih jalan di tempat.

"Tetapi sekarang ini sangat mengecewakan. Saya betul-betul minta maaf, saya sudah berjuang dengan mengorbankan segalanya, baik pikiran materi maupun waktu. Saya membiayai semua ini tetapi bukan bermaksud mengungkit-ungkit itu," kata Kamarudin. Dilansir dari video tiktok @tobellyboy pada Minggu, 18 September 2022.

Ia juga mengaku, sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena ayah Brigadir J, Samuel juga sudah lelah dan menyerah untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Kemudian saya juga memohon maaf atas nama keluarga karena pak Samuel sebagai orang tua daripada almarhum sudah menyatakan sudah selesai bahwa anak saya tidak bisa kembali," jelas Kamarudin.

"Kemarin saat saya ke Jambi, beliau berpesan sudah cukup pak. Kami sudah capek pak, kami mendengar aja capek demikian juga masayarakat bilang, kami hanya mengikuti saja capek apalagi bapak yang melakukan," lanjutnya.

Menurut Kamarudin, hal tersebut dirinya mewajarkan dan tidak merasa keberatan. Akan tetapi, Justru yang membuatnya kecewa adalah kinerja Polri yang menurutnya sangat lambat.

Diketahui, sejak bulan Juli 2022 proses hukum kasus pembunuhan Brigadir J hingga saat ini belum menemui titik terang. Saat ini kasus tersebut terancam fallout karena sudah tiga bulan kasus tersebut tidak masuk ke persidangan.

"Pada akhirnya seperti yang saya perkirakan, perkara ini akan menjadi falilut sudah terjadi artinya sudah tiga bulan berturut-turut sejak juli, agustus, september perkara tidak terang-terang. Padahal saya katakan dulu, kalau saya yang menjadi penyidik setengah hari saya garansi (kasus) selesai. Tidak sampai seminggu dua minggu sampai ada tahap dua, itu dengan kecerdasan saya," tegas Kamaruddin.

Menurutnya, seharusnya sudah ada tiga puluh sampai tiga puluh orang yang ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga hari ini hanya ada lima tersangka utama dan enam tersangka obstruction of justice.

"Harusnya sudah banyak tersangka minimal 35-30 tersangka sampai hari ini baru 5 ditambah dengan 7. Yang tujuh itu pun juga salah satu dari lima itu yaitu tersangka obstruction of justice," terang Kamaruddin. (Arif KF)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lebih Sehat, Ini 5 Jenis Buah Paling Bermanfaat bagi Ibu Hamil

Lebih Sehat, Ini 5 Jenis Buah Paling Bermanfaat bagi Ibu Hamil

Purwokerto | Senin, 19 September 2022 | 16:32 WIB

Gaya Bercinta yang Dilarang Dalam islam

Gaya Bercinta yang Dilarang Dalam islam

Purwokerto | Senin, 19 September 2022 | 16:18 WIB

Putra Sulung Bantah Prof Azyumardi Azra Meninggal Karena Covid 19

Putra Sulung Bantah Prof Azyumardi Azra Meninggal Karena Covid 19

Purwokerto | Senin, 19 September 2022 | 16:12 WIB

Terkini

Dari Yugoslavia hingga Hindia Belanda: Negara-Negara yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Hilang

Dari Yugoslavia hingga Hindia Belanda: Negara-Negara yang Pernah Tampil di Piala Dunia Kini Hilang

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:10 WIB

Serum Retinol Hanasui Dipakai Kapan? Ini Panduan yang Benar agar Hasil Maksimal

Serum Retinol Hanasui Dipakai Kapan? Ini Panduan yang Benar agar Hasil Maksimal

Lifestyle | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:10 WIB

Red Velvet Rayakan 12 Tahun Debut dengan Comeback Grup Lengkap dan Fan-Con

Red Velvet Rayakan 12 Tahun Debut dengan Comeback Grup Lengkap dan Fan-Con

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:10 WIB

Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis

Tergiur Kerja di Tambang Papua, Wanita di Lampung Utara Kena Tipu Janji Manis Residivis

Lampung | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:08 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

BLEACH Rilis Ilustrasi Perjalanan Ichigo Jelang Final Arc The Calamity

BLEACH Rilis Ilustrasi Perjalanan Ichigo Jelang Final Arc The Calamity

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:05 WIB

Bocoran Tecno Pova 8 Pro Terbaru, Usung RAM 12 GB dengan Dimensity 7300

Bocoran Tecno Pova 8 Pro Terbaru, Usung RAM 12 GB dengan Dimensity 7300

Tekno | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:01 WIB

Dua Sejoli di Kampar Terciduk Curi Motor, Sempat Ngumpet di Atas Pohon

Dua Sejoli di Kampar Terciduk Curi Motor, Sempat Ngumpet di Atas Pohon

Riau | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB

Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru

Moratorium SPPG Harus Jadi Momentum Audit Nasional, Bukan Sekadar Stop Dapur Baru

Opini | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB

Fenomena Green Consumerism: Peduli Lingkungan atau Sekadar Tren Belanja?

Fenomena Green Consumerism: Peduli Lingkungan atau Sekadar Tren Belanja?

Your Say | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:00 WIB