PURWOKERTO.SUARA.COM, SOLO- Ledakan di asrama Polri di Grogol, Sukoharjo , Minggu (25/9/2022) dipastikan tak ada kaitannya dengan aksi terorisme. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan, ledakan bukan berasal dari teroris, melainkan paket berisi sebuk hitam bahan petasan.
"Kami pastikan tidak ada unsur teror sama sekali," kata Irjen Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah.
Luthfi mengatakan, ledakan diduga disebabkan kelalaian anggota. Ledakan berasal dari paket berisi bubuk hitam untuk bahan petasan.Ia menjelaskan, bubuk hitam yang meledak ini merupakan barang bukti yang disita pada April 2021. Ternyata tidak semua barang bukti yang disita pada operasi jelang Lebaran dimusnahkan polisi.
Barang bukti berupa paket bubuk hitam ini meledak di halaman rumah anggota. Barang bukti yang belum dimusnahkan inilah yang meledak di Asrama Polri di Sukoharjo.
"Ledakan tidak ada unsur teror, hanya kelalaian anggota. Kelalaiannya apa, kami masih menunggu karena dalam perawatan di rumah sakit," ujar dia.
Ledakan melukai seorang anggota Polres Sukoharjo. Korban mengalami luka bakar hingga 75 persen. Dia juga mengalami luka terbuka pada bagian kaki. Korban atas nama Bripka Dirgantara Pradipta kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Paket itu sebelumnya dipesan dari CV Mandiri di Indramayu, Jawa Barat pada 22 April 2022. Pemesan warga Klaten, Jawa Tengah. Pemilik CV Mandiri atas nama F dan pemesan atas nama A sudah diamankan polisi. (Rudal Afgani)