Warga Banyumas yang Dipercaya Hilang ke Alam Gaib Tiba-tiba Pulang Usai Ritual Doa Bersama

Purwokerto

Jum'at, 04 November 2022 | 21:58 WIB
Warga Banyumas yang Dipercaya Hilang ke Alam Gaib Tiba-tiba Pulang Usai Ritual Doa Bersama
Wasroh (kedua dari kanan) saat menceritakan kejadian hilang di hutan selama 6 hari di kediamannya, Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. (Dokumentasi Warga)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Wasroh (37), pria warga RT 06 RW 04 Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas yang enam hari menghilang di hutan desa setempat sejak Sabtu (29/10/2022) lalu akhirnya kembali. Warga meyakini Wasroh menghilang ke alam gaib. Wasroh pulang dalam kondisi selamat pada Kamis (3/11/2022) petang sebelum magrib.

Sebelumnya tim relawan gabungan dari warga, petugas kepolisian, dan TNI sudah melakukan pencarian sejak Senin (31/10/2022). Bahkan petugas kepolisian sampai mengerahkan anjing pelacak untuk mencari keberadaan Wasroh. Namun pencarian tak membuahkan hasil.

Banyak yang mengaitkan kejadian ini dengan peristiwa ghaib. Karena, selama enam hari dicari, tidak ada jejak yang ditinggalkan dari pria tersebut.

Bhabinkamtibmas Desa Karangkemiri, Aipda Agus Riyadi, menjelaskan kepulangan Wasroh terjadi setelah warga menggelar pengajian dan doa-doa oleh warga untuk keselamatannya.

"Jadi malam sebelum pulang, warga mengadakan pengajian. Lalu sehari setelahnya itu pulang sendiri," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (4/11/2022).

Selama enam hari menghilang, Wasroh mengaku menyusuri jalan dari hutan ke hutan tanpa arah dan tujuan. Dalam halusinasinya, ada bisikan ghaib yang memotivasi ia pergi meninggalkan rumah ke hutan.

"Perjalanannya sampai masuk hutan wilayah Krajan, putar balik lagi ke daerah Karangkemiri jadi dia berjalan dari hutan ke hutan dari kebun ke kebun, dan tidurnya pun di hutan," ujar dia.

Saat pulang ke rumah, ia masih mengenakan pakaian yang sama ketika pergi. Hanya saja sedikit lembab karena dalam dua hari Desa Karangkemiri diguyur hujan lebat.

"Dua hari kemarin disini hujan. Tapi Alhamdulillah beliau pulang dengan keadaan sehat," ujarnya.

baca juga

Berkaitan dengan apa yang dikonsumsi Wasroh selama enam hari, Agus mengatakan Wasroh merasa makan di tempat keluarga selama dirinya dinyatakan hilang.

"Dalam ilusinya sejak hilang itu, dia makan di tempat saudara. Tapi tidak logis pakaian yang dikenakan masih sama. Kalau bilang makan di tempat saudara tidak masuk akal, mestinya ia sudah disuruh ganti baju. Saudaranya juga tidak ada yang merasa disinggahi," ujarnya.

Selama 5 hari pencarian dengan anjing pelacak, tim gabungan sudah masuk wilayah hutan yang berbatasan dengan Kabupaten Brebes. Tapi tidak ada tanda-tanda dan jejak dari Wasroh.

"Kalau saat pencarian kita sudah sampai perbatasan brebes itu pencarian ke utara, dan hasilnya memang gak ada bahkan sampai mengerahkan anjing pelacak," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangkemiri, Subur menceritakan kejadian tidak logis yang dialami warganya. Berdasarkan mitos yang diyakini warga setempat, ada sebuah wilayah bernama Salakputih.

"Banyak warga mengira jangan-jangan dibawa dan diajak (ke alam ghaib). Tapi ia dalam halusinasinya ingin menyendiri pergi dari rumah," katanya saat dihubungi.

Kepada Subur, Wasroh mengaku selama enam hari hanya mengonsumsi satu buah kelapa muda. Berbeda dengan pernyataannya kepada Aipda Agus yang mengatakan makan di tempat saudaranya.

"Selama hilang dia itu hidup di hutan berhari-hari hanya makan satu buah kelapa muda. Pada suatu malam ketika hilang, ia mengaku sempat terjatuh dari tebing dan mau diajak ke sebuah wilayah bernama Alas Hitam," ungkapnya.

Pencarian yang telah dilakukan dengan berbagai upaya akhirnya dengan kesadaran sendiri kembali pulang ke rumah kakaknya yang berada di ujung permukiman berbatasan dengan hutan. Sebelum itu warga juga sempat meminta bantuan kepada ahli supranatural.

"Dengan itikad dan ikhtiar pemdes, warga dan relawan yang sudah membantu kami menggelar doa serta membakar kemenyan. Atas izin Allah, Wasroh akhirnya pulang sendiri dengan alasan ingin pergi mau menitip anak dan istrinya kepada saudara," katanya.

Sepulangnya ke rumah dengan pendekatan persuasif Wasroh langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Secara medis gejalanya itu mengarah ke gangguan jiwa. Prinsipnya seperti itu, karena sebelumnya saya pernah pendekatan di saat sebelum empat kali ini menghilang, tapi belum mau dilaksanakan pengobatan secara medis. Akhirnya tadi pagi sudah kita antar ke RS untuk memastikan kondisi kejiwaannya," tutupnya. (Anang Firmansyah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demi Tetap Beroperasi, Lima Bupati se-Banyumas Raya Tandatangani Surat Dukungan Penerbangan Bandara Jenderal Seodirman

Demi Tetap Beroperasi, Lima Bupati se-Banyumas Raya Tandatangani Surat Dukungan Penerbangan Bandara Jenderal Seodirman

Purwokerto | Kamis, 03 November 2022 | 18:55 WIB

Wasroh Hilang Ditelan Selubung Gaib,  Polresta Banyumas Kerahkan Anjing Pelacak

Wasroh Hilang Ditelan Selubung Gaib, Polresta Banyumas Kerahkan Anjing Pelacak

Purwokerto | Selasa, 01 November 2022 | 20:34 WIB

Transit Trans Banyumas Cukup Bayar Sekali, Gratis untuk Pelajar, Lansia dan Anak-anak

Transit Trans Banyumas Cukup Bayar Sekali, Gratis untuk Pelajar, Lansia dan Anak-anak

Purwokerto | Selasa, 01 November 2022 | 09:39 WIB

Sepasang Kekasih dari Karawang-Bekasi Kompak Curi Motor untuk Beli Sabu

Sepasang Kekasih dari Karawang-Bekasi Kompak Curi Motor untuk Beli Sabu

Purwokerto | Senin, 31 Oktober 2022 | 19:28 WIB

Terkini

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Biaya Perang AS-Iran Telan Rp583 Triliun dalam 6 Bulan, Bikin AS di Ambang Krisis?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:37 WIB

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

Ditahan Kelompok Bersenjata di Papua, Aris Sanda Ditemukan Tewas Bersama Mobil Terbakar

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:36 WIB

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Ribuan Warga di Kepri Terjangkit ISPA, Madrasah Belajar dari Rumah Akibat Kabut Asap

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Mengapa Bogor Tak Lagi Sedingin Dulu? Pakar IPB Ungkap Alasannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:35 WIB

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Terkait Karhutla, Bisa Berujung Pidana

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:26 WIB

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Batas Minimal Harga Saham Rp1 Diterapkan Akhir September

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

10 Dampak Pencemaran Air dan Tanah bagi Kehidupan Organisme

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

7 Cara Menata Area Teras dan Foyer Rumah sebagai Mulut Chi Penarik Keberuntungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:25 WIB

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 13:24 WIB

×