PURWOKERTO.SUARA.COM- Pada Senin, 7 November 2022 Pemerintah Indonesia melalui kementerian Keuangan melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2022 meningkat sebesar 5,7 persen.
Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskla Kemenkeu Fabrian Kacaribu tumbuhnya perekonomian pada triwulan III dipengaruhi dengan kuatnya aktivitas perekonomian pada triwulan II.
Hal ini dipengaruhi oleh moment-moment yang bertepatan pada masa tersebut seperti Hari Raya Idul Fitri yang membuat lonjakan daya beli masyarakat.
“Pencapaian ini perlu digarisbawahi mengingat ekspansi aktivitas perekonomian pada triwulan II sendiri sudah sangat kuat karena dorongan dari momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.
Sementara itu, Kemenkeu sudah memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2022 berada di kisaran 5,0 hingga 5,3 persen. Dan, angka ini akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2022.
Hal ini berkaitan dengan indikator perekonomian yang masih menunjukkan konsistensinya.
Seperti PMI Manufaktur nasional yang masih ekspansif, pertumbuhan konsumsi listrik dari industri dan bisnis yang tinggi, dan tingkat inflasi yang mereda.
Kemudian, jika menelisik pada sisi domestik, laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi pada triwulan III disebabkan oleh beberapa faktor.
Salah satunya adalah faktor dorongan dari basis pertumbuhan yang relatif rendah atau (low base-effect) yang diakibatkan tingginya kasus Delta Covid-19 di triwulan III tahun 2021.
Baca Juga: Mitos Gerhana Bulan, Dipercaya Mampu Hilangkan Bakteri Dalam Makanan
Kemenkeu juga memperkirakan di triwulan IV akan moderat, hal ini mengingat siklus perekonomian yang relatif melambat pada akhir tahun setiap periode. (citra safitra)