Satu yang pasti perjuangan merajut kesatuan demi kemerdekaan Indonesia juga ada di sini. Seperti nilai-nilai yang diyakini Romo Frans van Lith, walaupun berasal dari Belanda, Romo van Lith menggelorakan masyarakat Muntilan untuk berusaha membangun daerahnya dan serta tetap menjaga nilai-nilai Jawa demi menjaga jatidiri.
Van Lith memang imam Katolik. Ia membuka sekolahan, tapi di tempat Van Lith, jaman itu tidak ada pelajaran agama Katolik. Kala itu Van Lith selalu mengupayakan untuk mengajar bagi siapa pun yang datang, anak-anak Jawa yang ia didik selalu diberika edukasi tentang kepemimpinan dan berbagai hal tentang eropa.
Maka dipilihlah model asrama supaya setiap pagi mereka sekolah lalu dididik dengan bahasa Belanda, supaya punya kemampuan setara dengan anak-anak Eropa. Pun saat libur dan muridnya balik ke rumahnya masing-masing ia tetap membesarkan muridnya agar tetap belajar dengan orang-orang Jawa menggunakan bahasa Jawa serta memahami falsafahnya.
Jadi, saat kalian menyempatkan berkunjung ke Candi Borobudur tidak ada salahnya jika mampir juga ke museum ini. Sebab Museum Misi Muntilan hanya 21 menit perjalanan dengan kendaraan via Jalan Mayor Kusen dan Jalan Magelang dengan jarak 15 kilometer dari candi.*(ANIK AS)