Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial

Purwokerto | Suara.com

Sabtu, 12 November 2022 | 21:43 WIB
Muntilan, Kecamatan di Magelang yang Menyimpan Sejarah Kolonial
Gereja Santo Antonius Muntilan ((Instagram @jejakkolonial))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Jika Jawa Timur memiliki Kota Pasuruan dan Kecamatan Glenmore yang memiliki sejarah penjang peninggalan kolonial. Jawa Tengah juga tidak ketinggalan, bagi kalian yang sering hilir mudik melintas di wilayah Kabupaten Magelang.

Kecamatan Muntilan tentu bukan nama yang asing bagi kalian, jika ditilik sejarahnya ternyata nama tempat ini memiliki kisah yang sama dengan Glenmore, bedanya jika di Banyuwangi aksen bahasa dan penulisannya masih utuh.

Di Magelang penyebutan Muntikan sudah berubah sesuai dengan kearifan lokalnya. Muntilan merupakan frase dari masa kolonial berasal dari dua kata bahasa Inggris yaitu “Mount”yang berarti gunung dan “Land” yang berarti tanah.

Penyebutan ini diberikan oleh  Sir Thomas Stamford Bingley Raffles merupakan seorang negarawan berkebangsaan Inggris yang pernah menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Timur.

Nama Mount land muncul tak lepas dari letak wilayah tersebut yang berada persis di tengah-tengah deretan cincin gunung  Merapi, Merbabu, Andong-Telomoyo, Sumbing, dan Pegunungan Menoreh.

Namun lantaran dialeg Jawa cukup masif berkembang di sini, membuat nama Mount Land yang diberikan Sir Raffles berubah pengucapan menjadi Muntilan. Hingga nama itulah yang tetap dipertahankan masyarakat sekitar hingga sekarang. Muntilan merupakan kota terbesar di wilayah Kabupaten Magelang.

Bahkan bila dibandingkan dengan Mungkid yang menjadi ibu kota kabupaten, Muntilan masih lebih besar. Apalagi di masa orde baru, kota ini sempat dimekarkan menjadi sebuah kota administratif yang rencananya akan dikembangkan untuk menjadi kota madya seperti Purwokerto di Kabupaten Banyumas. Namun lantaran krisis akhirnya hal itu urung dilakukan.

Setelah 77 Indonesia merdeka hingga saat ini ternyata masih ada peninggalan kolonial yang masih bisa ditemui di Muntilan. Bahkan jejak peninggalan kolonial di Muntilan yang paling prestisius menyimpan lembar kisah cerita pengaruh agama Katolik di Pulau Jawa. 

Lokasi ini adalah Museum Misi Muntilan yang merupakan museum khusus yang ada sejak 23 Juli 1998. Museum ini merupakan kompleks yang terdiri dari Gereja Santo Antonius Muntilan, sekolah katolik, hingga gedung kesusteran yang beralamat di Jalan Kartini Nomor 03, Balemulyo, Muntilan, Kabupaten Magelang.

Gedung gereja katolik tersebut merupakan yang paling bersejarah yang dibangun pada masa Romo Frans van Lith  pada tahun 1914, seorang pastur dari Belanda yang mengabdikan diri untuk menyebarkan agama Katolik di tanah Jawa.

Karya bangunan gereja itu diinisiasi oleh arsitek handal Hulswit, Fermont, en Cuypers yang pada masanya yang juga membangun gereja-gereja di Jawa. Akibat pengaruh Romo Frans, Muntilan hingga kini mafhum dikenal dengan julukan Betlehem van Java.

Museum Misi Muntilan sendiri dibangun untuk melestarikan sejarah lahirnya Gereja Katolik tersebut di tanah Jawa sekaligus sebagai tempat bagi umat Katolik dalam merenungkan perjuangan para tokoh Katolik Jawa. Saat kalian berkunjung di sini, mulai depan gedung museum akan disambut patung Romo Frans van Lith.

Sedangkan didalam gedung lantai dua kalian bisa menemukan berbagai koleksi barang bersejarah Kekatolikan, seperti relikui, kitab-kitab doa, beragam jubah, hingga kisah andil tokoh-tokoh Katolik Jawa dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Salah satu yang paling mencuri perhatian bagi wisatawan yang berkunjung ke sini ialah berbagai benda peninggalan dari Monseignor Albertus Soegijapranata, uskup pribumi Indonesia pertama yang dulu menjabat sebagai Uskup Agung Semarang.

Beliau juga ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, karena usahanya dalam membantu kemerdekaan Indonesia. Meski difokuskan sebagai tempat ziarah bagi umat Katolik,  museum ini tetap bisa menjadi tempat setiap orang Indonesia dari berbagai agama untuk belajar mengenai toleransi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

Mengenal Glenmore, Kecamatan di Ujung Timur Pulau Jawa yang Seperti Eropa

| Sabtu, 12 November 2022 | 08:19 WIB

Mengenal Plombir, STNK Sepeda Angin Peninggalan Kolonial Belanda yang Jaya di Masanya

Mengenal Plombir, STNK Sepeda Angin Peninggalan Kolonial Belanda yang Jaya di Masanya

| Minggu, 06 November 2022 | 09:20 WIB

Megahnya Kantor Pemerintahan Belanda yang Disulap Jadi Masjid Cut Meutia Jakarta

Megahnya Kantor Pemerintahan Belanda yang Disulap Jadi Masjid Cut Meutia Jakarta

| Rabu, 19 Oktober 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:38 WIB

Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis

Misi Mencari Cuan Jalur Langit: Cek Shio-mu, Siapa Tahu Takdirmu Jadi Miliarder Setelah Opor Habis

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 13:35 WIB

Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit

Quartararo Abaikan Hasil MotoGP Brasil, Salip Marc Marquez Lebih Penting di Tengah Masa Sulit

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 13:35 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Daftar Lengkap Bengkel Siaga 24 Jam Arus Balik Lebaran 2026, Perjalanan Balik Lebih Tenang

Daftar Lengkap Bengkel Siaga 24 Jam Arus Balik Lebaran 2026, Perjalanan Balik Lebih Tenang

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 13:28 WIB

Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras

Viral! Sekelompok Wanita Diduga Rayakan Lebaran Sambil Merokok dan Diduga Konsumsi Miras

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 13:28 WIB

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:25 WIB

Promo Indomaret Super Hemat hingga 1 April 2026, Stok Kebutuhan Rumah Murah Meriah

Promo Indomaret Super Hemat hingga 1 April 2026, Stok Kebutuhan Rumah Murah Meriah

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 13:22 WIB

Hantu Masa Lalu dan Teka-teki 19 Triliun dalam Novel Tentang Kamu

Hantu Masa Lalu dan Teka-teki 19 Triliun dalam Novel Tentang Kamu

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 13:20 WIB

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi

News | Senin, 23 Maret 2026 | 13:17 WIB