Komoditas Kebutuhan Bahan Pokok Ini, Jadi Pemicu Inflasi di Purwokerto dan Cilacap

Purwokerto

Selasa, 06 Desember 2022 | 23:21 WIB
Komoditas Kebutuhan Bahan Pokok Ini, Jadi Pemicu Inflasi di Purwokerto dan Cilacap
Ilustrasi Telur penyumbang Inflasi. ((Foto. Pexels.com - Rodolfo Clix))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Berbagai kebutuhan pokok yang merangkak naik ternyata berimplikasi pada inflasi yang terjadi pada suatu daerah.  Bahkan kenaikan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau telah memicu terjadinya inflasi pada bulan November 2022 di Purwokerto dan Cilacap.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Mursidi mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi bulan November di Purwokerto sebesar 0,31 persen (mtm), sedangkan di Cilacap sebesar 0,20 persen (mtm).

“Untuk inflasi bulan November 2022 di Purwokerto merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah," katanya dikutip Antara. Selasa, (06/12/2022).

Menurut dia, inflasi di Purwokerto dan Cilacap tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya seiring dengan meningkatnya harga pada beberapa komoditas pangan strategis seperti beras dan telur ayam ras.

Ia mengatakan inflasi pada komoditas beras disebabkan oleh penurunan pasokan seiring dengan berlangsungnya periode musim tanam. Pada komoditas telur ayam ras, kata dia, inflasi terjadi seiring peningkatan permintaan dan adanya upaya stabilisasi harga yang dilakukan oleh pemerintah guna menahan penurunan harga lebih lanjut.

Selain itu, lanjut dia, rokok kretek filter kembali mengalami inflasi seiring berlanjutnya transmisi kenaikan cukai rokok oleh produsen rokok. "Tarif kereta api juga ikut menyumbangkan andil inflasi di tengah kenaikan permintaan seiring peningkatan mobilitas menjelang akhir tahun," ujarnya.

Lebih jauh, Mursidi mengatakan inflasi November 2022 di Purwokerto yang mencapai 0,31 persen (mtm) itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,02 persen (mtm). Menurut dia, inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,19 persen (mtm).

"Dilihat dari komoditasnya, yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode ini adalah telur ayam ras, rokok kretek filter, minyak goreng, tarif kereta api, dan angkutan dalam kota," jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, terdapat beberapa komoditas yang menahan laju inflasi di Purwokerto, antara lain cabai merah, cabai rawit, nangka muda, bawang putih, dan cabai hijau.

baca juga

Perkembangan tersebut, lanjut dia, secara tahun kalender inflasi di Purwokerto tercatat sebesar 5,96 persen (ytd) dan secara tahunan sebesar 6,75 persen (yoy).

"Capaian inflasi tahunan tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi November tahun 2019 hingga 2021 di Purwokerto sebesar 1,89 persen (yoy)," kata Mursidi.

Sementara inflasi di Cilacap, pada bulan November 2022 mencapai 0,20 persen (mtm) atau meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,01 persen (mtm). Inflasi terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,11 persen (mtm).

"Adapun komoditas yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi adalah beras, rokok kretek filter, tahu mentah, daging ayam ras, dan tomat," jelasnya.

Mursidi memaparkan beberapa komoditas yang menahan laju inflasi di Cilacap, antara lain cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, ikan belanak, dan ikan kembung.

Secara tahun kalender, inflasi di Cilacap tercatat sebesar 6,18 persen (ytd), sedangkan secara tahunan pada posisi November 2022 sebesar 7,04 persen (yoy). "Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi November tahun 2019 hingga 2021 di Cilacap yang sebesar 1,67 persen (yoy)," paparnya.

Terkait dengan hal itu, ia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas maupun Kabupaten Cilacap terus melakukan penguatan sinergi program pengendalian inflasi serta penanggulangan dampak inflasi melalui implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Sinergi tersebut di antaranya melalui pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah untuk beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, aneka cabai, bawang merah, dan daging ayam ras. "Juga melaksanakan program urban farming melalui gerakan tanam cabai di pekarangan; dan implementasi Kerjasama Antar-Daerah (KAD)," pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ingin Jadi Relawan Piala Dunia U20 Indonesia ? Bagini Cara Daftarnya

Ingin Jadi Relawan Piala Dunia U20 Indonesia ? Bagini Cara Daftarnya

Purwokerto | Senin, 05 Desember 2022 | 20:39 WIB

Pemusatan Latihan di Bali Jadi Modal Positif untuk Skuad Garuda, Begini Kata Saddill Ramdani

Pemusatan Latihan di Bali Jadi Modal Positif untuk Skuad Garuda, Begini Kata Saddill Ramdani

Purwokerto | Minggu, 04 Desember 2022 | 23:06 WIB

Pertama Kali Tembus BWF World Tour Finals, Ganda Putri Apri dan Fadia tak Menyangka

Pertama Kali Tembus BWF World Tour Finals, Ganda Putri Apri dan Fadia tak Menyangka

Purwokerto | Sabtu, 03 Desember 2022 | 17:30 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 23:42 WIB

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:54 WIB

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik

Sumsel | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:42 WIB

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:30 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:05 WIB

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik

Bola | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:45 WIB

×