Masuki Usia 767 Tahun, Pemkab Lumajang Semarakan Peringatan Harjaba dengan Even Nostalgia

Purwokerto

Rabu, 21 Desember 2022 | 21:36 WIB
Masuki Usia 767 Tahun, Pemkab Lumajang Semarakan Peringatan Harjaba dengan Even Nostalgia
Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat bersama Wabup Indah Amperawati. ((Foto. Antaranews.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Membincang Kabupaten Lumajang tentu tidak tepat jika tak dengan sejarahnya. Kawasan yang berada di kawasan Tapal Kuda ini memilik sejarah panjang kolonial yang hingga saat ini masih terlihat peninggalannya.

Sebut saja beberapa Pabrik Gula peninggalan Belanda yang hingga saat ini masih tetap beroperasi. Atau sisa rel dari lori kereta pengangkut tebu yang membelah persawahan di sekitaran kawasan Kabupaten Lumajang ini.

Hal inilah yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang berencana menggelar kegiatan "Loemadjang Mbiyen" dengan mengusung tema Jaman Doelo (Jadoel) di era 1930-1960 dalam peringatan Hari Jadi Lumajang di Pabrik Gula Djatiroto pada 23-25 Desember 2022.

"Pelaksanaan Loemdajang Mbiyen tahun ini dikonsep merujuk pada tahun tertentu dengan harapan pelaksanaan kegiatan tahun ini lebih terkonsep dan seragam," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang Yuli Harismawati, Rabu. (21/12/2022) dikutip Antara.

Beberapa tampilan zaman dulu dan sejarah lainnya akan ada di Loemdajang Mbiyen tersebut, sehingga masyarakat yang hadir juga diharapkan menggunakan pakaian yang sesuai dengan era 1930 - 1960.

"Namun juga diperbolehkan untuk mengeksplor pakaian yang dikenakan, sehingga tidak menutup kemungkinan masyarakat yang nantinya hadir berkeasi dalam berpakaian atau menggunakan kostumnya," tuturnya.

Menurut Yuli, Loemadjang Mbiyen nantinya akan dibagi menjadi empat zona yakni pertama, zona heritage yang merupakan zona yang menampilkan bangunan, properti dan aktivitas / kegiatan masyarakat Lumajang pada masa tahun 1930 hingga tahun 1960.

Kemudian kedua, zona pasar rakyat yang merupakan zona yang menampilkan aktivitas / kegiatan jual beli produk/jajanan masyarakat pada masa tahun 1930 hingga tahun 1960.

Ketiga, zona taman hiburan rakyat yang merupakan zona yang berisikan panggung utama, menampilkan kegiatan pembukaan, hiburan kesenian, permainan tradisional rakyat dan stand plat sebagai wahana transportasi keliling area, serta saat penutupan nanti.

baca juga

Dan terakhir zona jajanan rakyat yang merupakan zona yang menampilkan kegiatan jual beli pedagang kaki lima untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Pembagian zona tersebut bertujuan agar lebih memudahkan masyarakat untuk mengunjungi apa yang ingin dinikmati dan masyarakat akan diajak merasakan suasana yang ada pada era tersebut, apalagi untuk para millenial yang belum tahu bagaimana kondisi masyarakat di era tersebut," ujarnya.

Sementara Dinas Perhubungan Lumajang menyediakan 15 armada angkutan gratis untuk masyarakat yang akan datang ke acara Loemdajang Mbiyen pada Hari Jadi ke-767 Lumajang.***

Armada tersebut terdiri dari lima mini bus dengan kapasitas 27 orang dan 10 angkutan dengan kapasitas 16 orang. Sementara untuk jadwal keberangkatan dimulai dari pukul 09.00 WIB di Terminal MPU Kota Lumajang.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Situs Penjara Peninggalan Belanda di Banten Terbengkalai

Situs Penjara Peninggalan Belanda di Banten Terbengkalai

Foto | Rabu, 30 November 2022 | 21:30 WIB

Menilik Jember, Kota Seribu Gumuk dengan Tanaman Tembakau Peninggalan Kolonial Belanda yang Melegenda

Menilik Jember, Kota Seribu Gumuk dengan Tanaman Tembakau Peninggalan Kolonial Belanda yang Melegenda

Purwokerto | Jum'at, 18 November 2022 | 09:19 WIB

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Mengenal Situbondo, Kawasan Pengungkit Roda Industri Gula di Zaman Belanda

Purwokerto | Selasa, 15 November 2022 | 20:17 WIB

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Mengenal Kendal, Kabupaten Penyangga Semarang dengan Banyak Peninggalan Kolonial

Purwokerto | Senin, 14 November 2022 | 21:20 WIB

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Benteng Van Der Wijck, Peninggalan Kolonial yang Sempat Digunakan untuk Latihan Perang

Purwokerto | Minggu, 13 November 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

×