purwokerto

Selamat Tinggal Elpiji, 35 Keluarga di Kebumen Manfaatkan Gas Metana TPA Kaligending untuk Memasak

Purwokerto Suara.Com
Kamis, 23 Februari 2023 | 12:02 WIB
Selamat Tinggal Elpiji, 35 Keluarga di Kebumen Manfaatkan Gas Metana TPA Kaligending untuk Memasak
Kompor dari gas metana

PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, Kebumen berhasil dimanfaatkan menjadi gas metana yang bermanfaat  bagi masyarakat sekitar.


Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyebut saat ini sudah ada 35 rumah di sekitar TPA Kaligending yang sudah menggunakan energi metana untuk keperluan dapur. Ini menjadi terobosan yang baik sebagai wujud kemandirian energi.


"Dari pengelolaan sampah di TPA Kaligending ini sudah ada 35 rumah yang menggunakan gas metana untuk keperluan dapur mereka. Jadi sudah tidak lagi menggunakan gas elpiji. Semua kita berikan gratis," ujar Bupati saat menghadiri Puncak Acara Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di TPA Kaligending, Rabu (22/2/2023).


Bupati menginginkan agar ini terus dikembangkan, sehingga lebih banyak lagi masyarakat di Kaligending bisa ikut merasakan adanya gas metana.

Pihaknya mengupayakan bantuan CSR untuk penambahan alat agar bisa semakin berkembang. 


"Ini yang mengelola masyarakat sendiri, jadi harus kita dorong agar jaringannya bisa semakin luas. Tentu harus dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Kalau sementara ini, pemakaian masih dibatasi per tiga jam, karena energi yang dihasilnya juga belum banyak," terangnya.


Anjar (35) warga RT 05 RW 01 Desa Kaligending memakai gas metana untuk keperluan rumah tangganya. Ia sudah memanfaatkan gas metana selama empat bulan terakhir.


"Kalau dulu sebelum ada gas metana, satu bulan saya bisa menghabiskan empat gas tabung melon. Tapi sekarang satu bulan hanya habisnya satu tabung gas melon. Alhamdulillah jadi lebih irit," tuturnya.


Menurutnya, kualitas api yang dihasilkan dari gas metana tidak jauh beda dengan gas elpiji. Warnanya tetap biru, tidak menimbulkan bau, dan energi panasnya sama-sama kuat.  Anjar sangat bersyukur bisa mendapat bantuan jaringan gas metana.

Baca Juga: Hasil Sidang Kode Etik Bharada Eliezer: Tetap Jadi Anggota Polri Tapi Disanksi Demosi 1 Tahun, Ini Alasanya


"Alhamdulillah banget, yang pasti penggunaan gasnya lebih irit. Harapannya ya pemakaiannya tidak dibatasi. Karena saat ini masih dibatasi per tiga jam. Pagi sama sore," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI