Dana Eks PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kedungbanteng Dihentikan Gegara Kasus Korupsi, Penerima Bantuan Mengadu ke Akademisi Unsoed

Purwokerto | Suara.com

Senin, 03 April 2023 | 18:31 WIB
Dana Eks PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kedungbanteng Dihentikan Gegara Kasus Korupsi, Penerima Bantuan Mengadu ke Akademisi Unsoed
Suasana audiensi kelompok penerima bantuan dana eks PNPM Mandiri Kecamatan Kedungbanteng dengan akademisi Unsoed Purwokerto, Senin 3 April 2023. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS - Program Penerimaan Dana Bergulir Masyarakat (DBM) Eks PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas kini dihentikan karena kasus korupsi. Namun penghentian program ini membuat para penerima manfaat terancam gulung tikar. Program Pengguliran dana yang sempat dikelola oleh PT. LKM Kedungmas setelah Program PNPM Mandiri Perdesaan dihentikan kegiatannya pada tahun 2014 silam, kini telah benar-benar disuntik mati.

Akibatnya, sebanyak 180 kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 1326 orang tidak lagi bisa menerima manfaat, yang sebelumnya mereka sangat terbantu dengan adanya program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Padahal sebelum dihentikannya perguliran dana ini, kelompok masyarakat penerima manfaat, sangat terbantu, karena bisa terus menjalankan usahanya dari dana bergulir yang diterimanya.

Senin sore (3/4), 6 orang warga perwakilan kelompok, mengadukan kasus ini kepada akademisi dari Kampus Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Mereka mengaku sangat dirugikan, sedih dan terpukul karena unit usaha yang mereka rintis dengan bantuan Dana Bergulir Masyrakat (DBM) Eks. PNPM Mandiri Perdesaan kini sudah tidak ada lagi. “Usaha kelompok kami sangat tergantung dengan adanya bantuan dari dana Eks. PNPM Mandiri di Kecamatan Kedung banteng. Bahkan bersama 30 orang anggota, bisa mendapatkan bantuan hingga mencapai Rp. 500.000.000,-“, ungkap Umi Atikoh, anggota Kelompok Kenanga dari Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.

“Sejak dihentikannya program bantuan ini, banyak anggotanya yang kini terpaksa menghentikan usahanya, karena kekurangan modal. Mereka tersebar dalam aneka usaha seperti sembako, makanan, peternakan kambing, ikan, ayam, penjual rujak dan usaha lainnya”, imbuhnya. Hal senada juga diungkapkan Tri Atminingsih, dari Desa Baseh, “Meski kini kelompoknya masih harus mengangsur, namun kelompoknya tidak bisa lagi menambah modal untuk usaha. Hal ini sangat merugikan, terutama bagi anggota yang menjalankan usaha dari sektor peternakan yang memang membutuhkan perguliran dana dengan cepat”.

Adanya keluhan dari masyarakat yang sangat terdampak dengan dihentikannya program inipun mendapat tanggapan akademisi dari Kampus Fisip Unsoed yang kini memang sedang fokus dalam penelitian dana Eks. PNPM, Dr. Alizar Isna, S.Sos, M.Si “Program Eks. PNPM semestinya harus tetap berlanjut  sebagai instrument membantu masyarakat miskin mengatasi kemiskinannya. Dan ketika ada komunitas yang mampu mempertahankan program tersebut, maka sudah selayaknya mereka mendapatkan apresiasi”.

“Dari sisi kebijakan publik, pada Hakekatnya program tersebut diharapkan tetap memiliki keberlanjutan dalam pelaksanaannya, terlebih program tersebut menggunakan sumber daya kebijakan. Apalagi, sumber daya pemerintah sangat terbatas, dimana adanya program dan sumber daya yang terbatas tersebut tetap berjalan, untuk menanggulangi masalah mereka sendiri, maka ini sangat perlu untuk diapresiasi”. Imbuhnya.

Penghentian perguliran Dana Bersama Masyarakat (DBM) Eks. PNPM Mandiri Perdesaan, ini bermula ketika Kejaksaan Negeri Purwokerto mulai melakukan penyidikan terhadap PT. LKM Kedungmas selaku pengelola Dana bergulir Masyarakat pada Oktober 2022 silam atas adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi. Dalam perkara yang kini masuk dalam persidangan atas dakwaan telah melakukan tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, kejaksaan Negeri Purwokerto telah menetapkan 3 orang sebagai terdakwa, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 15 Miliar 418 juta 274.105 rupiah. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadwal Buka Puasa Purwokerto dan Sekitarnya 1 April 2023

Jadwal Buka Puasa Purwokerto dan Sekitarnya 1 April 2023

| Sabtu, 01 April 2023 | 16:53 WIB

Jadwal Buka PuasaWilayah Banyumas dan Sekitarnya, Selasa 28 Maret 2023

Jadwal Buka PuasaWilayah Banyumas dan Sekitarnya, Selasa 28 Maret 2023

| Selasa, 28 Maret 2023 | 16:04 WIB

Jadwal Imsakiyah Wilayah Banyumas Raya 28 Maret 2023

Jadwal Imsakiyah Wilayah Banyumas Raya 28 Maret 2023

| Senin, 27 Maret 2023 | 21:14 WIB

Jadwal Buka Puasa Wilayah Purwokerto dan Sekitarnya 26 Maret 2023

Jadwal Buka Puasa Wilayah Purwokerto dan Sekitarnya 26 Maret 2023

| Minggu, 26 Maret 2023 | 11:22 WIB

Terkini

Francesco Bagnaia Kecewa Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026

Francesco Bagnaia Kecewa Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026

Sport | Senin, 11 Mei 2026 | 11:31 WIB

Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru

Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru

Your Say | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

Mengapa Krisis Iklim Disebut Bisa Memperparah Penyebaran Hantavirus?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:30 WIB

Souvenir Pernikahan Aksa Anak Soimah Isinya Apa? Bikin Gilang Dirga Takjub

Souvenir Pernikahan Aksa Anak Soimah Isinya Apa? Bikin Gilang Dirga Takjub

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 11:27 WIB

Jadi Pahlawan Kemenangan Persib atas Persija, Ini Kata-kata Adam Alis

Jadi Pahlawan Kemenangan Persib atas Persija, Ini Kata-kata Adam Alis

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 11:26 WIB

Apakah Bedak Dingin Bisa Menghilangkan Gatal?

Apakah Bedak Dingin Bisa Menghilangkan Gatal?

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 11:25 WIB

7 Sunscreen untuk Haji yang Wudhu Friendly, Adem Dipakai dan Harga Ramah Kantong

7 Sunscreen untuk Haji yang Wudhu Friendly, Adem Dipakai dan Harga Ramah Kantong

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 11:22 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Belum Lunasi Duit Seragam Rp300 Ribu, 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Angkat Kaki dari Sekolah

Belum Lunasi Duit Seragam Rp300 Ribu, 2 Siswa Panti Asuhan Diminta Angkat Kaki dari Sekolah

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Dana Nasabah Aman, BRI Tindak Tegas Oknum yang Lakukan Investasi Bodong

Dana Nasabah Aman, BRI Tindak Tegas Oknum yang Lakukan Investasi Bodong

Bri | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB