Mengupas Flexing dari Kacamata Psikologi, 4 Hal Ini yang Bikin Salah Kaprah : Nomor Tiga Tidak Terduga

Purwokerto

Minggu, 09 April 2023 | 14:44 WIB
Mengupas Flexing dari Kacamata Psikologi, 4 Hal Ini yang Bikin Salah Kaprah : Nomor Tiga Tidak Terduga
Mario Dandy Satrio Menggunakan Kendaraan Pribadi. ((Foto. Instagram @__broden))

PURWOKERTO.SUARA.COM - Fenomena flexing melejit seiring kasus sejumlah pejabat tanah air di sejumlah kementerian ramai ditangkap. Hal ini terungkap efek dari keluarga mereka melakukan pamer harta di akun media sosial.

Banyaknya pejabat ditangkap akhir-akhir ini, bukannya membuat masyarakat taubat dan sadar diri, namun kian hari jumlahnya kian parah. Selalu ada saja yang terciduk melakukan flexing ini.

Termasuk kasus yang tengah disorot publik adalah pegawai Ditjen Pajak yang anaknya menjadi tersangka penganiayaan. Anak pegawai pajak ini terlihat mentereng lantaran gayanya yang glamor. Misalnya mobil yang digunakan sang anak bernilai fantastis.

Mobil memang merupakan hal umum yang dimiliki seseorang. Rasa puas dan bahagia muncul ketika bisa membeli mobil yang diinginkan. Mobil bagus pun dapat membuat mood jadi baik.

Barang mewah sesungguhnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau sekedar untuk memuaskan diri dengan barang-barang yang diinginkan, misalnya barang branded.

Namun apa jadinya jika berbelanja atau memiliki barang branded, berkelas nan mewah itu ditujukan dengan niat pamer, agar diketahui memiliki sesuatu yang lebih di mata publik. 

Menurut pendapat salah satu pakar bisnis, Profesor Rhenald Kasali, flexing dilakukan sebenarnya adalah sebagai bagian dari taktik marketing atau pemasaran.

Tujuan  awal flexing adalah membangun kepercayaan kepada customer, sehingga banyak orang tertipu dan menaruh uang mereka pada para pelaku. 

Namun, senyatanya flexing lebih dari itu. Ajang pamer harta untuk bersenang-senang alias ersuka riak.

baca juga

Terhadap persoalan ini secara psikologis, terdapat alasan seseorang gemar pamer harta di media sosial. Berikut penyebab seseorang pamer kekayaan sebagaimana dikutip dari Antara pada Sabtu 8 April 2023.

1. Pelaku flexing menduga orang lain akan terkesan

Apa yang dilakukan oleh seseorang yang gemar flexing sesungguhnya dikategorikan sebagai orang yang gemar membual alias bragging. Australian Institute of Professional Counselors menyebut jika membual merupakan tindakan menyombongkan sesuatu secara berlebihan.

Penyebab sikap membual ini salah satunya adalah sang pembual mengira orang lain akan terkesan dengan apa yang dimilikinya. Ia juga merasa orang lain akan terkagum-kagum dengan pencapaiannya.

Dengan memamerkan barang-barang branded yang harganya kadang tidak masuk akal ini serta menyombongkan diri dengan keberadaannya, para pelaku yang gemar flexing akan merasa senang. 

Kesenangan tersebut mirip dengan stimulus efek dopamin. Zat ini merupakan senyawa kimia yang terdapat di dalam tubuh untuk meningkatkan suasana hati. Efeknya, aksi pamer-pameran ini cenderung membuat ketagihan dan tidak pernah berhenti melakukannya.

2. Butuh Eksistensi

Individu yang kerap flexing ternyata memiliki kebutuhan besar akan pengakuan atau eksistensi diri. Kebutuhan ini baru akan dipenuhi ketika orang lain terkagum-kagum, memuji dan sudah mengakui sesuatu yang dimilikinya.

Pengakuan orang lain ini bagi pelaku flexing akan dirasakan sebagai penerimaan orang lain terhadap dirinya. Oleh karena itu, mereka harus menunjukkan sesuatu yang 'wow' atau berbeda dari biasanya. Seperti pamer harta kekayaannya atau keberuntungan yang tidak dimiliki orang lain.

3. Kurang Empati

Orang yang gemar membual, termasuk melakukan flexing, tidak menyadari bahwa banyak orang tidak nyaman dan terganggu dengan tindakan mereka. 

Hal ini terjadi karena para pembual kurang bisa berempati. Mereka sangat sulit menempatkan diri di posisi orang lain yang tidak seberuntung dirinya. Mereka berpikiran, dengan pamer dan menyombongkan diri akan membuat orang lain terkesan, padahal tidak.

Banyak  orang cenderung tidak menyukai individu dengan profil berlebihan, termasuk pamer harta dan kesuksesan.

Sebuah riset di jurnal Social Psychological and Personality Science, mengungkapkan bahwa kebanyakan orang justru lebih suka berteman dengan orang yang biasa-biasa saja, dibandingkan dengan individu yang gemar flexing. 

Hasil studi tersebut menegaskan bahwa perspektif orang lain sangat berbeda dengan apa yang dipikirkan pelaku flexing. Tindakan pamer pencapaian dan harta tidak membuat orang lain terkesan.

4. Menutupi Perasaan Rendah Diri

Profesor Emerita, Dr. Susan Whitbourne dari Psychological and Brain Sciences, University of Massachusetts, di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pada dasarnya, flexing disebabkan adanya perasaan tidak aman dan rendah diri. 

Sebab perasaan tidak aman dan rendah diri tersebut, pembual atau pelaku flexing merasa butuh validasi atau diakui oleh orang lain. Caranya dengan menunjukkan pencapaian, prestasi, dan harta mereka,” jelasnya.

Tindakan membual dilakukan guna meyakinkan diri sendiri bahwa mereka baik-baik saja. Tindakan flexing dilakukan juga untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau minder terhadap diri sendiri. 

Semua hal di atas dilakukan oleh pelaku flexing karena mereka merasa ada yang kurang dan ada hal yang mereka tidak miliki, lalu mereka menutupinya dengan cara flexing, pamer harta dengan cara yang berlebihan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasca Viral Status WA Pakaian Bekas Sitaan Buat Baju Lebaran, Pihak Kepolisian Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyebar Hoax

Pasca Viral Status WA Pakaian Bekas Sitaan Buat Baju Lebaran, Pihak Kepolisian Amankan Tiga Terduga Pelaku Penyebar Hoax

Purwokerto | Kamis, 06 April 2023 | 22:58 WIB

Jalani Pemeriksaan Pertama di KPK Pasca jadi Tersangka, Rafael Alun Bawa Pengacara Ini untuk Bantu Kasus Hukumnya

Jalani Pemeriksaan Pertama di KPK Pasca jadi Tersangka, Rafael Alun Bawa Pengacara Ini untuk Bantu Kasus Hukumnya

Purwokerto | Senin, 03 April 2023 | 19:50 WIB

Ramai-ramai Pendekatan Restorative Justice Kasus Mario Dandy : Apa Saja Persyaratannya ?

Ramai-ramai Pendekatan Restorative Justice Kasus Mario Dandy : Apa Saja Persyaratannya ?

Purwokerto | Rabu, 22 Maret 2023 | 16:07 WIB

Selebgram Ajudan Pribadi disebut Flexing, Begini Lima Hal yang Melanggar Aturan Negara Tentang Pamer Harta Kekayaan

Selebgram Ajudan Pribadi disebut Flexing, Begini Lima Hal yang Melanggar Aturan Negara Tentang Pamer Harta Kekayaan

Purwokerto | Minggu, 19 Maret 2023 | 20:59 WIB

Terkini

Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026

Menghadapi Krisis Iklim dari Desa: Sinergi KAGAMA dan UGM Lewat KKN-PPM 2026

Jogja | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:47 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang

Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

4 Rekomendasi Sepatu Lari Lokal Cushion Empuk, Melindungi Lutut Pelari Big Size

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:35 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo

Jokowi Ulang Tahun ke-65, Warga Geruduk Kediaman Pribadi di Sumber Solo

Surakarta | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:29 WIB

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

3 Sunscreen di Bawah Rp20 Ribu dengan SPF Tinggi, Anti-Kantong Kering In This Economy

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:25 WIB