PURWOKERTO.SUARA.COM – Jelang berakhirnya ramadhan setiap muslimah yang taat tentu tak ingin melewatkan 10 malam terakhir bulan Ramadhan secara cuma-cuma.
Meski menurut aturan hukum Islam, wanita muslimah yang sedang haid dilarang untuk masuk ke dalam masjid.
Hal itu berdasarkan pada hadits dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Wanita yang sedang dalam keadaan haid tidak boleh masuk ke dalam masjid." (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun demikian, wanita yang sedang haid masih diizinkan untuk melakukan ibadah lain di rumah, seperti melakukan dzikir.
Untuk wanita yang sedang dalam keadaan haid, sebaiknya menjauhkan diri dari masjid dan tidak menghadiri acara keagamaan yang diadakan di dalam masjid.
Sebaiknya mereka memanfaatkan waktu tersebut dengan melakukan ibadah lain di rumah seperti berdzikir.
Namun, jika ada keperluan mendesak yang membutuhkan wanita yang sedang haid untuk masuk ke dalam masjid, misalnya untuk mengambil sesuatu atau mengecek keadaan anak yang sedang belajar agama di dalam masjid.
Maka wanita tersebut boleh masuk ke dalam masjid dengan catatan tidak melakukan ibadah di dalam masjid, dan segera meninggalkan masjid setelah selesai melakukan keperluan.
Namun perlu diingat bahwa agama Islam memberikan kebebasan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah, namun tetap harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, kita harus memahami dan menghormati aturan tersebut serta memperhatikan kondisi dan keadaan diri sendiri dalam melaksanakan ibadah.
Hanya saja, Buya Yahya menjelaskan, ada alternatif ibadah selain iktikaf yang bisa dilakukan oleh wanita haid agar tetap mendapat keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan.
Salah satu diantaranya dengan bangun malam dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT meski hanya sekedar di rumah saja.
"Perempuan yang sedang haid memang tidak bisa mengikuti ibadah puasa, tarawih, tadarus Al Quran, dan iktikaf. Namun, baiknya agar lisannya tidak pernah lepas untuk selalu berzikir kepada Allah Swt dan berselawat kepada Rasulullah Saw," jelas Buya Yahya dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV.***