purwokerto

Dear Mom, Bermain Penting untuk Perkembangan Bahasa Anak : Begini Penjelasannya

Purwokerto Suara.Com
Kamis, 13 April 2023 | 18:40 WIB
Dear Mom, Bermain Penting untuk Perkembangan Bahasa Anak : Begini Penjelasannya
Ilustrasi. orang tua mengajari berjalan pada anaknya. ((Unsplash.com Kenny Eliason))

PURWOKERTO.SUARA.COM -  Kurangnya bermain bisa menyebabkan perkembangan bahasa anak terhambat karena sambil bermain sebenarnya anak-anak juga belajar hal itu diungkapkan Terapis Wicara Bangkit Pratama.

“Jika anak-anak kurang bermain dan berinteraksi dapat menyebabkan perkembangan bahasanya terhambat, karena dengan permainan anak akan lebih enjoy dalam menikmati proses belajar berbicara,” kata Bangkit dalam diskusi memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang dilaporkan Antara, Kamis (13/4/2023).

Bangkit mengatakan permainan adalah landasan untuk perkembangan bahasa anak, maka sudah sewajarnya bagi para orang tua untuk aktif dalam mengajak anaknya berinteraksi.

Jenis permainan yang dapat digunakan juga bermacam-macam seperti symbolic play (bermain tebak-tebakan bentuk benda yang ada di sekitar), pretend play (pura-pura seperti dokter-dokteran), dan basic play (permainan umum seperti cilukba), tambah dia.

“Usia tiga tahun ke bawah jika duduk satu jam itu tidak bagus dan tidak fokus. Ajak mereka lari sambil bersuara,” kata Bangkit.

Meski demikian, bukan berarti bermain sambil duduk itu tidak bagus. Ada permainan yang bisa dilakukan sambil duduk, namun tidak sampai satu jam dan tetap harus diawasi orang tua.

Contohnya jika orang tua memberikan mainan model binatang pun orang tua juga harus berperan dalam mengajak berbicara seperti menirukan suaranya atau pura-pura memberi makan, tambah dia.

Menurutnya, jenis permainan lain seperti permainan berkelompok yang lebih aktif bisa lebih melatih kemampuan interaksi anak, karena kemampuan motorik dan bicara itu sebanding.

“Orang tua yg memberikan tanggung jawab anaknya kepada para pengasuh itu biasanya lupa akan hal ini,” kata Bangkit.

Baca Juga: Meski Terlambat Gelar Uji Tanding Internasional, Timnas Indonesia U 22 Diharap Tampil Maksimal

Oleh karena itu, Bangkit menyarankan agar para orang tua memperhatikan perkembangan anaknya dengan minimal melihat pada buku merah muda (buku kesehatan ibu dan anak) yang dibagikan di Posyandu.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI