Ketupat lengkap dengan sayur dan lauk pauknya sudah jamak menjadi hidangan kelurga saat lebaran di senatero nusantara. Tapi yang spesial tentu saja kudapan yang biasanya muncul saat lebaran dan menjadi khas bagi keluarga di daerah tertentu.
Apa saja itu? Setidaknya ada 5 kudapan populer lebaran di beberapa daerah di Indonesia. Kudapan ini sering dirindukan dan terbayar lunas tatkala lebaran datang.
Berikut adalah daftarnya, yang mungkin bisa mengingatkanmu akan kampung halaman Anda:
1. Lemang, Sumatera Barat
Masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) persisnya Minang, rutin menyambut Lebaran Idul Fitri dengan kegiatan malamang atau memasak lemang.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam memasak lemang adalah bambu khusus untuk lemang, daun pisang, santan, beras ketan, dan pisang. Semua bahan itu diaduk menjadi satu adonan sebelum dibakar.
Salah seorang warga di Lubuak Minturun, Padang, yang malamang, Elmi, menjelaskan, memasak lemang dapat berbagai jenis seperti beras ketan biasa, beras ketan hitam, dan bisa dicampurkan dengan pisang.
“Bambunya sudah disiapkan sekitar du atau tiga hari sebelumnya dalam bentuk potongan, dan untuk kelapanya juga sudah disiapkan,” katanya.
Saat waktu memasak lemang tiba, ia memeras santan kelapa sejak masuk waktu subuh. Selanjutnya bambu dibersihkan dan dilapisi daun pisang yang dimasukkan ke dalam bambu.
“Kita masukkan beras ketan yang telah dicuci terlebih dahulu, selanjutnya baru santan dan siap untuk dimasak dengan perapian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa memasak lemang biasanya di lapangan terbuka atau halaman rumah. Sedangkan untuk pembakaran, apinya tidak selalu besar. Saat beras ketan dan santan mulai mendidih di dalam bambu, lemang dimasak dengan api kecil atau bara api sambil menunggu matang.
“Proses selanjutnya membalikkan bambu agar lemang matang secara keseluruhan. Memasaknya sampai memakan waktu sekitar empat jam,” katanya.
Ia mengatakan, lemang biasanya disajikan saat lebaran lalu dibagikan dibawa ke rumah sanak keluarga atau ke rumah mertua
Untuk memakannya di Minang sana, lamang ini biasanya disantap bersama tapai, pisang, hingga durian.
2. Ketupat pulut, Sumatera Utara
Ketupat ketan atau biasa disebut ketupat pulut oleh masyarakat pulau Sumatra Utara terkenal sangat lezat. Rasanya gurih dan pulen karena dimasak dengan santan.
Ketupat ketan sering hadir sebagai hidangan Idulfitri. Ada yang memakannya dengan tape ketan manis atau rendang daging.
3. Bontong Buloh, Kalimantan Barat
Bontong Buloh merupakan sajian khas masyarakat Kabupaten Membawah. Sekilas hidangan ini mirip dengan buras yang terbuat dari beras yang direbus terlebih dahulu selama lima jam.
Beras dimasukkan ke dalam daun pisang, dan diikat dengan tali. Setelah itu dimasukkan ke dalam batang bambu, baru kemudian direbus. Bontong buloh biasa disajikan dengan cocolan sambal kepah.
4. Buras, Sulawesi Selatan
Sebagaimana dicuplik dari Suara.com, kuliner khas suku Bugis Sulawesi Selatan ini sepintas mirip dengan ketupat karena komposisinya sama-sama dibuat dari beras. Namun, buras memiliki rasa yang lebih gurih karena penggunaan santan di dalamnya.
Buras biasa dikonsumsi dengan dicampurkan bersama makanan lain. Mulai dari kari ayam, telur hingga daging. Bahkan ketiga campuran tersebut harus disediakan untuk bersanding dengan Buras ketika hajatan diadakan.
5. Ketupat Colet, Kalimantan Barat
Jika kamu merupakan warga Kabupaten Ketapang pasti tidak asing dengan sajian Ketupat Colet. Berbeda dengan ketupat pada umumnya, ketupat colet direbus dengan santan dan dihidangkan dengan bumbu cocolan rendang daging.
Daging pada rendang sengaja dipotong kecil-kecil agar mudah dicocol menggunakan tangan. Rasa dari ketupat colet dominan asin dan gurih serta kaya akan rasa rempah-rempah dari bumbu rendangnya.