Ranah - Video yang merekam aksi para pedagang pecel lele yang menebarkan uang kertas dari atas sebuah masjid di Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial.
Hal tersebut dilakukan oleh para pedagang pecel lele tersebut sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang diperoleh di perantauan.
Dikutip dari akun Instagram @lamongan.update, Selasa (10/5/2022), tampak sejumlah pedagang pecel lele melemparkan sejumlah kepada masyarakat dari atas masjid.
"Sukses menjadi pedagang pecel lele di perantauan tak membuat warga Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, lupa dengan kampung halamannya. Sebagai wujud bentuk rasa syukur atas rezeki yang ia peroleh, para pedagang pecel lele itupun rela menebarkan uang yang mereka dapat kepada masyarakat di kampungnya," tulis akun itu sebagai keterangan video.
Dalam video tampak warga setempat, baik lelaki maupun perempuan, dewasa serta anak kecil berebutan mengambil uang yang ditebar para pedagang pecel lele.
Warga setempat, Ahmad Yusuf mengatakan, acara tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Perantauan Warga Bugoharjo (PPWB) se-Indonesia.
Acara tebar uang dari atas masjid tersebut dilakukan bertepatan dengan acara halalbihalal serta kegiatan sosial merayakan Idul Fitri 1443 Hijriah.
"Ada juga sunatan massal yang diikuti 18 anak dan pengobatan gratis. Kami perantau menebar uang atau udik-udikan uang kertas kepada masyarakat di tanah kelahiran," beber Yusuf.
Yusuf mengungkapkan, bahwa kegiatan tersebut sebenarnya rutin dilaksanakan setiap tahun. Namun dua tahun sebelumnya kegiatan tersebut tidak digelar karena pandemi covid-19.
Ia menambahkan, bahwa perantau di desa itu merantau ke seluruh Indonesia umumnya sebagai penjual lele dan sea food.
"Perantau di desa ini ingin memberikan manfaat untuk pembangunan dan kemajuan Desa Bugoharjo," ujar Yusuf.
Video aksi para pedagang pecel lele yang menebarkan uang kertas dari atas sebuah masjid mendapat beragam komentar dari warganet
"Maaf mending dibagiin sama rata suruh antre atau bagiin sembako di setiap rumah. Kalau dihamburin di atas apalagi tempatnya masjid kayak gimana ya mohon maaf," tulis @nurxxx.
"Alangkah baiknya diberikan secara langsung melalui tangan masing-masing, tidak dengan cara dilempar-lempar seperti itu," ucap @yusixxx.
"ya pasti mereka udah ngasih secara langsung juga ke orang yang ngak mampu, anak yatim dll. Ini hanya sebagian aja buat nambah kebahagiaan orang situ. Toh orang situ santai aja, banyak yang senang tu. Kita yang ngak di sana ya mending nyimak aja," beber @argaxxx.
"Alhamdulillah mugi barokah," ungkap @davxxx.
"Sebelum udik-udikan dilakukan, para perantauan terlebih dahulu membagikan amplop kepada masyaralat yang membutuhkan. Kemudian baru dibagikan dengan cara tersebut (udik-udikan) dengan tujuan merawat tradisi dan budaya yang telah lama di masyarakat," terang @zulxxx.