RanahSuara.id - Meski pemeluk agama Kristen, rupaya Boris Bokir hafal ayat suci Alquran dan sholawat. Hal ini mengingat sejak kecil ia berada di lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
Hal itu diungkapkan oleh Komika lulusan Stand Up Comedy Indonesia itu saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Jeda Nulis seperti dikutip dari Hops.ID, Senin (6/6/2022).
Boris Bokir mengungkapkan bahwa tempat tinggalnya saat masih kecil itu berdekatan dengan masjid. Oleh karena itu, ia sering mendengar suara kumandang adzan, lantunan ayat alquran hingga sholawat.
"Aku kecil tuh tinggal di Bandung, di depan rumah aku tuh ada lapangan di depannya lagi tuh masjid," bebernya.
Bahkan ia juga menyebutkan kalau sehari-hari kehidupannya sudah akrab dengan aktivitas yang biasa dilakukan kaum muslim.
"Jadi memang tiap hari mendengar kumandang adzan, orang tahlilan, orang-orang sholawatan semua saya dengar dari kecil. Dari yang awalnya nggak hafal al fatihah sampai hafal," tutur Boris Bokir.
Di kanal Youtube itu, Habib Husein Jafar bertanya sama Boris Bokir terkait pernahkah mendapat teguran dari keluarga atau tokoh agama yang dianutnya terkait ia hafal lantunan ayat suci Alquran dan sholawat.
Boris Bokir menjelaskan bahwa ia tidak pernah mendapat teguran baik dari keluarga, sahabat hingga tokoh agama yang dianutnya. Justru ia akui hatinya merasa sejuk dan tersentuh saat mendengar sholawat.
"Saya sering banget loh, bib dengar sholawat. Kebetulan waktu itu lihat di Youtube yang nyanyi Fadli Nyong, disitu ada bahasa Arabnya, ada bahasa Indonesianya. Jadi mau nggak mau 'oh ini artinya', dan tidak jadi alergi 'oh enak juga ya, sejuk juga ya'," ujarnya.
Kemudian terang Boris Bokir, saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar, ia pernah ikut teman-temannya untuk salat di masjid. Sebab, hanya dia sendiri yang menganut agama lain.
Selain itu, Boris juga mengaku pernah belajar mengaji di masjid dekat dari rumahnya hingga bikin tetangga terkejut melihatnya.
Boris Bokir mengaku pernah terpikir dalam benaknya untuk pindah memeluk agama Islam. Namun ia urungkan niat tersebut lantaran menurutnya menjadi umat muslim itu berat, harus menjalankan ibadah lima kali dalam sehari.
"Sehari lima kali, aduh ini berat juga ya jadi orang islam, harus baca al quran menafsirkan ketemu orang yang benar," kata Boris Bokir.