Apakah Hari Kedua Lebaran Boleh Puasa? Ini Hukum, Waktu dan Niat Puasa Syawal

Rifan Aditya Suara.Com
Kamis, 11 April 2024 | 11:25 WIB
Apakah Hari Kedua Lebaran Boleh Puasa? Ini Hukum, Waktu dan Niat Puasa Syawal
Ilustrasi lebaran (Pexels/Timur Weber) - Apakah Hari Kedua Lebaran Boleh Puasa?

Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillahi ta’alaa. 

Artinya: saya berniat puasa dari enam hari syawal, sunnah karena Allah Swt. 

Keutamaan melaksanakan puasa syawal

Melaksanakan puasa syawal memungkinkan seseorang untuk memperoleh pahala atau keistimewaan sebagai berikut. 

1. Pahala seperti puasa setahun penuh 

Rasulullah saw bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ 

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun” (HR Muslim).

Dari sabda tersebut dapat kita ketahui bahwasanya seseorang yang melaksanakan puasa ramadhan kemudian melanjutkan puasa syawal selama enam hari akan mendapatkan pahala berpuasa selama setahun. Dengan demikian, itu memungkinkan seseorang mendapakan kebajikan dalam kehidupan. 

Baca Juga: Jadwal Diskon Tarif Tol Arus Balik Mudik Lebaran 2024, Ongkos Semarang-Jakarta Lebih Murah di Tanggal Ini

2. Mendapatkan kesempurnaan berpuasa ramadhan

Menyambung penjelasan nomor satu, ketika seseorang melaksanakan puasa ramadhan kemudian disambung puasa syawal selama enam hari ia mendapatkan kesempatan menyempurnakan puasa ramadhan. Rasulullah shallalLahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

“Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya, Allah Ta’ala berfirman, ‘Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?’ Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya” (HR at-Tirmidzi).

3. Tanda bahwa amal ibadah puasa di bulan ramadhan diterima oleh Allah Swt. 

Dikutip dari islam.nu.or.id, sebagian besar ulama mengatakan pahala dari perbuatan baik adalah menerima perbuatan baik setelahnya. Siapa saja yang melakukan kebaikan dan melanjutkannya, maka itu juga merupakan tanda bahwa kebaikan pertama diterima oleh Allah Swt.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI