Jadwal Ramadhan 2025 Muhammadiyah dan NU, Apakah Berbeda?

Wakos Reza Gautama Suara.Com
Rabu, 15 Januari 2025 | 10:18 WIB
Jadwal Ramadhan 2025 Muhammadiyah dan NU, Apakah Berbeda?
Jadwal Ramadhan 2025 versi Muhammadiyah dan NU. [Freepik]

Suara.com - Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan suci ramadhan 1446 Hijriah. Ini adalah bulan yang dinantikan jutaan muslim di dunia termasuk Indonesia.

Sebab di ramadhan inilah, Allah SWT mengobral rahmat dan ampunan kepada hamba-hamba-Nya yang mau menyucikan diri lewat ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya. 

Mengenai kapan dimulainya ramadhan, umat Islam di Indonesia masih menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Walau begitu ormas Islam seperti Muhammadiyah sudah mencanangkan jadwal ramadhan 1446 H. Lalu bagaimana dengan ormas Nadhlatul Ulama (NU)?

Jadwal Ramadhan Muhammadiyah

Mulai tahun ini, Muhammadiyah menentukan awal ramadhan tidak lagi memakai metode yang sudah mereka pakai bertahun-tahun lamanya, yaitu hisab hakiki wujudul hilal.

Berdasarkan keputusan Munas Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada 23-25 Februari 2024, ormas Islam terbesar kedua di Indonesia ini menerima Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) sebagai penanggalan hijriah.

KHGT berlaku universal di seluruh negara yang diputuskan oleh Konferensi Internasional di Turki tahun 2016 yang diikuti 150-an ahli dari 60 negara.

Menurut Muhammadiyah, KHGT memiliki legitimasi yang kuat dan bila diikuti secara konsisten dan akan menjadi solusi perbedaan pendapat dalam penetapan awal bulan Hijriyah oleh umat Islam.

Baca Juga: India Open 2025: Jadwal Wakil Indonesia di Babak 32 Besar Hari Kedua

Mengacu pada KHGT yang dipakai Muhammadiyah sebagai penanggalan hijriah, maka awal Ramadhan 1446 H atau tahun 2025 ini jatuh pada tanggal 1 Maret 2025.

Sementara Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H diperkirakan jatuh pada Ahad, 30 Maret 2025. Dengan begitu Muhammadiyah menjalani puasa Ramadhan selama 29 hari. 

Jadwal Ramadhan NU

Berbeda dengan Muhammadiyah, NU tetap menggunakan metode kombinasi antara rukyatul hilal dan hisab dalam menentukan awal ramadhan.

Bagi NU, penggunaan metode rukyatul hilal dan hisab adalah bentuk melanjutkan tradisi Islam yang sudah berjalan selama berabad-abad.

Karena menggunakan metode kombinasi ini maka NU baru akan menentukan awal ramadhan 1446 H pada akhir bulan Syaban dengan mengamati secara langsung hilal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI