"Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa'i fardhi syahri ramadhaana lillaahi ta'aalaa."
Artinya: “Aku berniat mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah ta'ala.”
Apabila umat muslim ingin mengamalkan puasa Syaban sekaligus qadha Ramadhan, maka hendaknya membaca niat di malam hari sebelum tidur atau saat sahur. Hal ini berbeda jika ingin menunaikan puasa sunnah Syaban saja. Muslim bisa membaca niat puasa Syaban di malam hari atau siang hari sebelum matahari tergelincir, asalkan belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Jadwal Puasa Syaban 1446 H
Umat Islam bisa mengerjakan puasa Syaban dari awal bulan sampai pertengahan bulan saja dan tidak boleh berpuasa selama sebulan penuh karena dapat menyamai puasa di bulan Ramadhan. Untuk itu, muslim menunaikan puasa sunnah pada tanggal 1-15 Syaban. Disebutkan bahwa di tanggal 16 muslim dilarang untuk puasa Syaban dan hukumnya haram, kecuali mereka ingin mengerjakan puasa lainnya.
Berikut ini adalah jadwal puasa 1-15 Syaban (bisa digabung dengan puasa qadha Ramadhan):
• Jumat, 31 Januari 2025: 1 Syaban 1446 Hijriah
• Sabtu, 1 Febuari 2025: 2 Syaban 1446 Hijriah
• Minggu, 2 Febuari 2025: 3 Syaban 1446 Hijriah
• Senin, 3 Febuari 2025: 4 Syaban 1446 Hijriah
• Selasa, 4 Februari 2025: 5 Syaban 1446 Hijriah
• Rabu, 5 Februari 2025: 6 Syaban 1446 Hijriah
• Kamis, 6 Februari 2025: 7 Syaban 1446 Hijriah
• Jumat, 7 Februari 2025: 8 Syaban 1446 Hijriah
• Sabtu, 8 Februari 2025: 9 Syaban 1446 Hijriah
• Minggu, 9 Februari 2025: 10 Syaban 1446 Hijriah
• Senin, 10 Februari 2025: 11 Syaban 1446 Hijriah
• Selasa, 11 Februari 2025: 12 Syaban 1446 Hijriah
• Rabu, 12 Februari 2025: 13 Syaban 1446 Hijriah
• Kamis, 13 Februari 2025: 14 Syaban 1446 Hijriah
• Jumat, 14 Februari 2025: 15 Syaban 1446 Hijriah.
Keutamaan Puasa Syaban
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, bahwa bulan Syaban memiliki keutamaan yang khusus di antara bulan-bulan mulia lainnya. Sementara itu, keutaman puasa Sya’ban salah satunya adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak. Syekh Muhammad bin Umar Nawawi al-Bantani al-Jawi mengatakan dalam Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în bahwa:
وَالثَّانِي عَشَرَ صَوْمُ شَعْبَانَ، لِحُبِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِيَامَهُ. فَمَنْ صَامَهُ نَالَ شَفَاعَتَهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: Puasa sunnah yang keduabelas adalah Puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah saw terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat belau di hari kiamat (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în [Bairut, Dârul Fikr], halaman 197).
Demikian tadi bacaan niat puasa Syaban dan Qadha Ramadhan sekaligus penjelasan mengenai hukum, jadwal serta keutamaannya. Bagi Anda yang masih memiliki hutang puasa, jangan lupa mengqhada-nya ya!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari