Mengenal Virus Marburg yang Berbahaya dan Mematikan

Selebtek

Selasa, 19 Juli 2022 | 12:02 WIB
Mengenal Virus Marburg yang Berbahaya dan Mematikan
Ilustrasi virus Marburg (suara.com)

Selebtek.suara.com - Virus Marburg menjadi perbincangan karena sangat mematikan. Virus ini berasal dari satu keluarga virus penyebab Ebola. 

Di Ghana ada dua kasus virus Marburg pertama. Dilaporkan kedua penderita meninggal di sebuah rumah sakit di bagian selatan wilayah Ashanti.

Tes smpel dari kedua pasien menunjukan hasil positif di awal bulan, dan sekarang sedang dilkukn verifiksi di laboratorium di Senegal.

Saat ini otoritas kesehatan di negara Afrika Barat itu menjelaskan ada 98 orang yang sedang menjalani karantina karena berkontak dengan kedua pasien. Mereka terdiri dari kerabat pasien, petugas medis, dan pengurus pemakaman.

Penemuan pasien tergankit virus Marburg ini adalah yang kedua di Afrika Selatan. Sebelumnya kasus yang sama terjadi di Guinea akhir tahun lalu. Namun wabah ini sudah dinyatakan berakhir pada September, lima minggu setelah kasus ini ditemukan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan virus Marburg mirip dengan Ebola yang mematikan. Wabah ini pertama kali terjadi pada 1967, ketika sebanyak 31 orang terinfeksi, tujuh di antara mereka meninggal secara bersamaan di Kota Marburg dan Frankfurt, Jerman. Dua kasus lainnya terjadi di Serbia.

Setelah ditelusuri, pertama kali virus ini berasal dari kera hijau Aftika yang diimpor dari Uganda. Sejak saat itu, virus ini kemudian dikaitkan dengan hewan-hewan lainnya.

Di antara manusia, virus ini sebagian besar disebarkan melalui orang-orang yang menghabiskan waktu lama di gua dan pertambangan yang dihuni oleh kelelawar.

Kasus virus Marburg merupakan wabah pertama di Ghana, namun ini bukan hal baru bagi sejumlah negara Afrika lainnya. Beberapa negara yang pernah mengalami kasus virus ini yakni:

baca juga

- Republik Demokratik Kongo

- Kenya

- Afrika Selatan

- Uganda

- Zimbabwe

Wabah Marburg yang terjadi di Angola pada 2005 telah menewaskan lebih dari 300 orang.

Tapi di Eropa, hanya ada satu orang yang meninggal akibat virus ini dalam 40 tahun terakhir - satu lainnya di Amerika Serikat, ketika virus tersebut menginfeksi seseorang yang baru pulang dari ekspedisi gua di Uganda.

Wabah Marburg yang terjadi di Angola pada 2005 telah menewaskan lebih dari 300 orang.

Wabah besar virus Marburg:

- 2017 di Uganda: tiga kasus, tiga meninggal

- 2012 di Uganda: 15 kasus, empat meninggal

- 2005 di Angola: 374 kasus, 329 meninggal

- 1998-2000 di Republik Demokratik Kongo: 154 kasus, 128 meninggal

- 1967 di Jerman: 29 kasus, tujuh meninggal

WHO mengatakan: "Penampakan dari pasien pada fase ini digambarkan "seperti perwujudan hantu" dengan mata cekung, wajah tanpa ekspresi, dan kelesuan yang ekstrem."

Banyak orang juga mengalami pendarahan dari berbagai bagian tubuh, dan meninggal delapan sampai sembilan hari setelah mengalami sakit, karena kehilangan banyak darah dan kejang. (*)

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Apa Itu Virus Marburg dan Dapatkah Dihindari?

Apa Itu Virus Marburg dan Dapatkah Dihindari?

News | Selasa, 19 Juli 2022 | 11:10 WIB

Dua Orang Meninggal karena Virus Marburg, Kenali Gejalanya yang Mirip Ebola!

Dua Orang Meninggal karena Virus Marburg, Kenali Gejalanya yang Mirip Ebola!

Health | Selasa, 19 Juli 2022 | 10:55 WIB

Sejumlah Warga di Karangasem Diduga Terjangkit Chikungunya, Ada yang Tak Bisa Jalan

Sejumlah Warga di Karangasem Diduga Terjangkit Chikungunya, Ada yang Tak Bisa Jalan

Bali | Selasa, 19 Juli 2022 | 09:23 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×