Dua Orang Meninggal karena Virus Marburg, Kenali Gejalanya yang Mirip Ebola!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 19 Juli 2022 | 10:55 WIB
Dua Orang Meninggal karena Virus Marburg, Kenali Gejalanya yang Mirip Ebola!
Ilustrasi Virus Marburg (unsplash)

Suara.com - Dua orang meninggal dunia setelah positif virus Marburg, penyakit yang mirip dengan virus Ebola.

Infeksi virus Marburg ini bisa menyebakan orang yang tertular meninggal dunia akibat kehabisan darah.

Awal Juli 2022 ini, dua orang di Ghana yang terinfeksi virus Marburg itu mengalami gejala diare, demam, mual dan muntah. Baru-baru ini, dua orang itu pun meninggal dunia.

"Pengujian lebih lanjut di Institut Pasteur di Dakar, Senegal telah menguatkan hasilnya," jelas penyataan dari Layanan Kesehatan Ghana (GHS) dikutip dari The Sun.

Kedua pasien yang meninggal dunia itu pun sudah dikonfirmasi terinfeksi virus Marburg dan sempat diisolasi untuk menghentikan penyebaran virus.

Matshidiso Moeti, direktur regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika mengatakan pihak berwenang di daerah itu telah menanggapi dengan cepat kemungkinan wabah virus Marburg tersebut.

Ilustrasi Virus Marburg (pixabay.com)
Ilustrasi Virus Marburg (pixabay.com)

"Hal ini bagus karena virus Marburg bisa menyebar tanpa kendali bila tidak ada tindakan tegas," kata Matshidiso.

Tanpa pengobatan atau vaksin, virus Marburg ini sama seperti demam berdarah yang sangat menular dan mirip Ebola.

Meskipun virus Marburg ini tidak terlalu mematikan dibandingkan Ebola, gejalanya termasuk demam tinggi dan pendarahan internal maupun eksternal.

baca juga

Selain itu, gejala virus Marburg yang berupa demam tinggi, sakit kepala parah dan nyeri otot ini biasanya muncul 2-21 hari setelah seseorang terinfeksi.

WHO mengatakan gejala virus Marburg yang berupa diare parah, sakit perut, kram, mual dan muntah bisa bertahan selama seminggu.

Banyak pula penderita yang mengalami pendarahan internal parah dalam waktu seminggu, baik berupa darah keluar dari hidung, gusi, vagina, muntahan atau korona. Gejala ini menandakan seseorang berisiko meninggal dunia.

Tingkat kematian kasus virus Marburg ini berkisar antara 24 hingga 88 persen. Virus ini disebarkan dari kelelawar buah ke manusia.

Setelah seseorang terinfeksi, mereka dapat menularkannya kepada orang lain melalui kontak kulit-ke-kulit, cairan tubuh atau permukaan yang terinfeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarau Basah, Waspada Musim Penyakit ISPA dan Diare

Kemarau Basah, Waspada Musim Penyakit ISPA dan Diare

Tantrum | Jum'at, 08 Juli 2022 | 20:06 WIB

Dua Orang di Ghana Terinfeksi Virus Marburg

Dua Orang di Ghana Terinfeksi Virus Marburg

Tantrum | Jum'at, 08 Juli 2022 | 10:16 WIB

2 Orang Meninggal Terinfeksi Virus Marburg, WHO Sebut Penyakit Sangat Menular

2 Orang Meninggal Terinfeksi Virus Marburg, WHO Sebut Penyakit Sangat Menular

Lampung | Jum'at, 08 Juli 2022 | 11:10 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×